Presiden Prabowo Subianto menggunakan kendaraan taktis Pindad Maung sebagai mobil dinas kepresidenan dalam kunjungan kerjanya. Penggunaan produk domestik ini merupakan upaya konkret untuk mengutamakan karya anak bangsa.

Komitmen tersebut disampaikan langsung saat Pembukaan Munas HIPMI XVIII di Bandar Lampung pada Rabu (10/6).

>>> Suzuki Imbau Pemilik Motor Hindari Penurunan Oktan BBM

Prabowo menegaskan pentingnya Indonesia memiliki dan menggunakan kendaraan operasional hasil produksi mandiri setelah 81 tahun kemerdekaan.

"Setelah 81 tahun merdeka, kita harus punya mobil buatan Indonesia sendiri. Kita sudah merintis, TNI pakai Jeep buatan putra-putri Indonesia.

Presidenmu sekarang pakai mobil buatan rakyat sendiri," ujar Prabowo.

Langkah ini diambil sebagai bentuk keteladanan dari seorang pemimpin negara. Prabowo menginstruksikan jajarannya untuk memprioritaskan industri otomotif lokal dibandingkan kendaraan impor.

"Beberapa hari lalu, saya dengar pembicaraan di antara anak buah saya, eh harga mobil ini dan itu berapa ya?

Saya pikir, saya nggak bisa nanya begitu lagi.

Suka nggak suka, karena saya presiden, saya harus kasih contoh, saya harus pakai mobil buatan anak Indonesia," ujar Prabowo.

>>> Montir Solo Bagikan Tips Rawat Baterai Kendaraan Listrik agar Awet

Sebagai produk yang baru berkembang, kendaraan ini diakui masih memerlukan berbagai penyempurnaan teknis. Kualitas kenyamanan operasionalnya belum setara dengan kendaraan mewah pabrikan Eropa yang sudah lama mapan.

"Jadi saya ngerti, ini kan mobil baru 1-2 tahun dibangun. Namanya sesuatu yang baru, mungkin tidak sebagus saya pakai BMW atau Mercedes, ya kan?

Saya pakai Maung," ujar Prabowo.

Pengalaman operasional di lapangan menunjukkan adanya kendala teknis seperti kebocoran atap saat cuaca buruk. Masukan tersebut langsung diteruskan kepada pihak produsen untuk segera diperbaiki.

"Suatu saat saya tidur di mobil, tau-tau karena hujan deras di luar, tahu-tau 'tek tek tek', saya bangun, rupanya bocor.

Ya namanya baru, saya kirim kembali lah, ini kan buatan Pindad. Saya bilang, tolonglah bocornya dikurangi," ujar Prabowo.

Selain masalah kebocoran, suspensi kendaraan juga memunculkan suara bising saat melewati medan yang berat. Kendati demikian, faktor nasionalisme menjadi alasan utama untuk tetap mempertahankan penggunaan mobil tersebut.

>>> Lebih dari 18.000 Pengemudi Ditilang karena Menerobos Bus Sekolah di New York

"Terus mobil dipakai naik gunung, gledak gledak, tapi nggak apa-apa, demi nasionalisme saya tetap pakai mobil ini," ujar Prabowo.