PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengimbau pemilik sepeda motor untuk tidak menurunkan nilai oktan bahan bakar minyak (BBM) menyusul kenaikan harga Pertamax.

Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter atau sekitar 30 persen berpotensi mendorong pengguna beralih ke BBM beroktan lebih rendah seperti Pertalite.

>>> Montir Solo Bagikan Tips Rawat Baterai Kendaraan Listrik agar Awet

Menurut Victor Assani, 2W Service Head PT SIS, penurunan nilai oktan dari standar rekomendasi akan langsung memengaruhi kenyamanan dan daya pacu kendaraan.

"Kendaraan akan terasa tenaganya tidak pada performa terbaiknya seperti pada akselerasi dan power, atau bahkan kita merasakan getaran yang tidak sewajarnya di setang sepeda motor," ujar Victor kepada Kompas.

com, Rabu (10/6/2026).

Dampak lain yang ditimbulkan adalah gejala ketukan prematur atau knocking pada komponen internal mesin.

>>> Lebih dari 18.000 Pengemudi Ditilang karena Menerobos Bus Sekolah di New York

"Memang ada referensi yang mengatakan knocking dulu dan kemudian performa terasa, tapi ini relatif.

Yang jelas paling tidak kedua hal tersebut adalah point-point yang langsung terasa dan ditemui," jelas Victor.

Efek buruk berupa suara mengelitik akan lebih terasa bagi pengendara yang terbiasa dengan BBM standar pabrikan.

Pengisian RON rendah secara terus-menerus dipastikan memperbesar risiko kerusakan fatal pada komponen mesin.

>>> Prabowo Cerita Pengalaman Pakai Maung Garuda Limousine: Bocor hingga Getaran

Kenaikan harga Pertamax memicu penyesuaian otomatis pada sistem pengapian kendaraan modern yang dilengkapi sensor pendeteksi kualitas bahan bakar, sehingga membuat konsumsi bensin menjadi lebih boros.