IHSG Berpotensi Konsolidasi Setelah Reli Dua Hari
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan menghadapi fase konsolidasi atau koreksi wajar. Potensi ini muncul setelah indeks domestik mencatat lonjakan signifikan dalam dua hari perdagangan terakhir.
Peluang terjadinya aksi ambil untung atau profit taking diperkirakan semakin meningkat. Kondisi ini dipicu oleh langkah investor asing yang masih terus melakukan aksi jual bersih dalam skala besar.
>>> Ramalan Zodiak Capricorn, Aquarius, dan Pisces 11 Juni 2026
Sebelumnya, IHSG bertengger di zona hijau dengan penguatan 2,71 persen ke posisi 5.902,38 pada penutupan perdagangan Rabu (10/6/2026).
Performa ini memperpanjang tren positif dari hari sebelumnya yang sempat melesat hingga 7,57 persen.
Analis: Support dan Resistance IHSG
Analis pasar modal sekaligus pendiri Republik Investor, Hendra Wardana, memaparkan bahwa secara teknikal, support IHSG saat ini berada pada rentang 5.731.
Sementara itu, level 6.000 menjadi resistance psikologis yang cukup kuat.
Dia berpendapat jika indeks gagal melewati dan bertahan di atas batas psikologis tersebut, potensi koreksi jangka pendek menuju area support akan semakin terbuka.
"Namun, selama IHSG mampu bertahan di atas area 5.700, tren pemulihan jangka menengah masih terjaga," ujar Hendra.
>>> Thomas Tuchel Tunjuk Declan Rice Jadi Wakil Kapten Timnas Inggris
Hendra menilai bahwa meskipun sentimen jangka pendek mulai membaik seiring stabilnya nilai tukar rupiah dan respons positif pasar atas kebijakan Bank Indonesia, pelaku pasar tetap menantikan sinyal konfirmasi.
Faktor yang dinantikan meliputi kembalinya arus modal asing, penurunan ketegangan geopolitik, dan peningkatan indikator ekonomi domestik.
Melihat situasi tersebut, Hendra memperkirakan pergerakan indeks ke depan akan lebih banyak diwarnai konsolidasi sehat pasca-reli. Ia mengimbau pelaku pasar tetap waspada dan tidak terhanyut euforia sesaat.
Berdasarkan catatan historis, kenaikan yang terlalu cepat biasanya disusul aksi ambil untung, terutama dari spekulan dan trader jangka pendek.
Indikasi ini tercermin dari penjualan bersih investor asing yang mencapai Rp 2,9 triliun pada Rabu (10/6).
Situasi ini menunjukkan bahwa meski indeks menguat, kepercayaan investor global terhadap prospek pasar Indonesia jangka pendek belum sepenuhnya pulih.
>>> Intiland Pangkas Utang Berbunga 25 Persen untuk Perkuat Modal
"Penguatan saat ini masih lebih banyak ditopang investor domestik dibandingkan arus dana asing yang berkelanjutan," ujar Hendra.
Update Terbaru
Ahmad Sahroni Klarifikasi Candaan ke Sherly Tjoanda, Akrab dengan Mendiang Suami
Senin / 27-07-2026, 03:36 WIB
Pengalihan Kasus Febrie ke Kejaksaan Dinilai Rugikan Polisi
Senin / 27-07-2026, 03:35 WIB
Bentrokan Maut di Menteng: Tiga Versi Berbeda Pemicu Keributan
Senin / 27-07-2026, 03:35 WIB
Analis CIA: Tak Ada Unsur Kejutan, Serangan ke Iran Bisa Berujung Bencana
Senin / 27-07-2026, 03:35 WIB
Blue Lock Chapter 355: Jepang vs Inggris Tentukan Nasib di Piala Dunia U-20
Senin / 27-07-2026, 03:14 WIB
Pameran Outback Art Fair ke-32 di Marquette Tampilkan Karya Seniman Lokal
Senin / 27-07-2026, 03:07 WIB
Marvel Studios Resmi Umumkan Ryan Gosling sebagai Ghost Rider di SDCC 2026
Senin / 27-07-2026, 03:07 WIB
Jacob Misiorowski Catat Rekor Brewers dengan 7 Strikeout Beruntun
Senin / 27-07-2026, 03:07 WIB
Polisi Madison Tak Punya Rekaman Bodycam Saat Tembak Pria Tunawisma
Senin / 27-07-2026, 03:00 WIB
United Cajun Navy Bantah Klaim Nolan Wells Ditemukan Berpakaian Lengkap, Tuduh Crump Berbohong
Senin / 27-07-2026, 03:00 WIB
Suami Gendong Istri Terbalik ke IGD, Dokter Terkejut Ternyata Ini yang Terjadi
Senin / 27-07-2026, 03:00 WIB
Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur, Polisi Selidiki CCTV dan Autopsi
Senin / 27-07-2026, 02:29 WIB
Kaesang Maju ke Senayan: Jokowi Baca Celah Penurunan Kepuasan Publik ke Prabowo
Senin / 27-07-2026, 02:28 WIB
Ganjar: Kaesang Berhak Maju dari Dapil V Jateng, Apalagi Asli Solo
Senin / 27-07-2026, 02:28 WIB







