PT Intiland Development Tbk (DILD) menerapkan strategi deleveraging dengan memangkas total liabilitas berbunga sebesar 25 persen sepanjang tahun 2025.

Langkah ini bertujuan memperkuat fundamental dan struktur permodalan perusahaan.

>>> Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green per 10 Juni 2026

Melalui restrukturisasi dan percepatan pelunasan kewajiban, emiten properti tersebut berhasil menurunkan jumlah utang berbunga menjadi Rp 3,08 triliun.

Sebelumnya, posisi utang mencapai Rp 4,11 triliun pada tahun sebelumnya.

Perseroan juga melunasi Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Intiland Development Tahap II dan Tahap III Seri B Tahun 2022.

Direktur Utama DILD, Archied Noto Pradono, menyebut pengurangan utang sebagai pencapaian penting.

"Penurunan jumlah utang menjadi salah satu pencapaian penting.

Langkah ini membantu kami mengendalikan beban keuangan, memperkuat struktur permodalan, dan memberikan ruang yang lebih baik bagi perseroan untuk menjaga stabilitas usaha sekaligus menangkap peluang pertumbuhan ke depan," ujar Archied.

Manajemen memilih pendekatan bisnis yang lebih konservatif dengan fokus pada efisiensi operasional dan keuangan. "Tahun ini kami masih cenderung konservatif dengan mengandalkan proyek-proyek yang ada.

>>> IHSG Bangkit dari Oversold, Investor Asing Masih Jual Bersih

Pengembangan proyek baru tetap kami siapkan, tetapi dilakukan sangat hati-hati dengan mencermati peluang, momentum pasar, dan daya serap konsumen," jelas Archied.

Meskipun konservatif, emiten portofolio investor Lo Kheng Hong ini membidik target marketing sales sebesar Rp 1,95 triliun pada tahun 2026.

Target tersebut mencerminkan kenaikan sekitar 21 persen dari realisasi tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp 1,61 triliun.

Optimisme pencapaian target didukung oleh stabilitas permintaan pada segmen perumahan dan kawasan industri. Perseroan akan mengoptimalkan percepatan penjualan stok siap jual.

"Kami melihat peluang pertumbuhan masih terbuka, terutama pada segmen yang memiliki kebutuhan nyata dan daya serap pasar yang lebih kuat.

Strategi pemasaran dan pengembangan kami jalankan secara lebih terukur agar dapat mendukung pencapaian target kinerja sekaligus menjaga fundamental perseroan tetap sehat," ujar Archied.

Dalam rencana jangka panjang, DILD tengah menyiapkan pengembangan kawasan industri baru di Jawa Timur serta peluncuran Tower E apartemen SQ Res pada semester II-2026.

>>> Percakapan dengan Orangtua Sering Menguras Emosi, Ini Penjelasan Ahli

Pendapatan usaha perseroan pada kuartal I-2026 tercatat sebesar Rp 619,8 miliar, dengan kontribusi terbesar dari pendapatan berulang sebesar Rp 232,6 miliar atau 37,5 persen.