Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dari area oversold dalam dua hari terakhir. Namun, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) dalam jumlah besar.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan, risiko volatilitas pasar tetap perlu diwaspadai. Penguatan IHSG ditopang oleh kombinasi sentimen domestik.

>>> Percakapan dengan Orangtua Sering Menguras Emosi, Ini Penjelasan Ahli

Salah satu sentimen positif adalah kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%.

Langkah ini dipandang untuk menstabilkan nilai tukar rupiah yang sempat tertekan mendekati Rp 18.200 per dolar AS.

Selain itu, rencana aksi buyback saham oleh sejumlah perusahaan BUMN turut mendorong sentimen pasar. "Buyback memberikan sinyal bahwa valuasi saham saat ini sudah cukup menarik," ujar Reza.

Kenaikan harga BBM non-subsidi, seperti Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter dan Pertamax Green 95 menjadi Rp 17.000 per liter, dinilai pasar cenderung netral hingga positif.

Namun, pelaku pasar tetap mencermati potensi dampaknya terhadap inflasi dan daya beli masyarakat.

>>> Aspirasi Hidup Indonesia Bagikan Dividen Rekor Rp548 Miliar

Prospek dan Level Teknikal IHSG

Ke depan, investor akan mencermati pengumuman status pasar Indonesia oleh MSCI pada akhir Juni 2026. Implementasi perubahan indeks FTSE Russell dan pergerakan nilai tukar rupiah juga menjadi perhatian.

Secara teknikal, Reza melihat area 5.320 hingga 5.480 menjadi level support kuat IHSG hingga akhir semester I-2026.

Jika sentimen positif berlanjut, IHSG berpeluang menguji resistance di kisaran 6.200 hingga 6.350.

Investor jangka pendek disarankan memanfaatkan momentum rebound secara selektif dengan manajemen risiko yang ketat. Sementara itu, investor jangka menengah sebaiknya menunggu stabilisasi rupiah dan kembalinya aliran dana asing.

>>> Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Resmi Kuasai Saham Pengendali VISI

Reza merekomendasikan sektor perbankan besar dan komoditas berbasis ekspor sebagai pilihan menarik saat ini.