Pemerintah Indonesia dan Singapura membahas rencana pengembangan kawasan segitiga Singapura, Johor, dan Riau (Sijori) untuk dijadikan pusat data center internasional.

Pembahasan strategis tersebut dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Wakil Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong dalam pertemuan bilateral di Jakarta pada Selasa (9/6/2026).

>>> 5 Peringatan Penting di Dunia pada 12 Juni: Hari Anti Pekerja Anak hingga Kemerdekaan Filipina

Langkah ini berjalan beriringan dengan rencana ekspansi Kawasan Ekonomi Khusus Nongsa Digital Park di Batam hingga mencapai luas 1.000 hektare.

Airlangga menyatakan bahwa sektor digital menjadi pemicu baru bagi pertumbuhan ekonomi global, sehingga kerja sama di kawasan Sijori memiliki nilai yang sangat krusial bagi kedua negara.

"Bahkan kami sedang berbicara bagaimana mensinergikan Singapura-Johor-Riau untuk menjadi pusat daripada data center. Nah ini juga kami sedang bahas.

Ini juga sifatnya strategis, karena global melihat sektor digital ini menjadi pemicu pertumbuhan selanjutnya," terang Airlangga di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (9/6/2026) malam.

Airlangga menambahkan bahwa investasi pada proyek pusat data memiliki prospek yang sangat tinggi karena sifatnya yang aman dari disrupsi perang.

Tren lonjakan investasi sektor ini juga terjadi secara masif di kawasan Eropa hingga Asia Tenggara.

Hubungan ekonomi kedua negara dalam cakupan enam kelompok kerja di wilayah Batam, Bintan, dan Karimun menunjukkan pertumbuhan positif.

Nilai investasi di wilayah tersebut tercatat melonjak dari US$4,61 miliar pada tahun 2024 menjadi US$5,71 miliar pada tahun 2025.

>>> Memahami Arti Alis Nyambung yang Sering Dikaitkan dengan Karakter Seseorang

"Perkembangan dari Batam Free Trade Zone itu bertambah dari 8 menjadi 22 pulau dan Nongsa Digital Park juga akan terus dikembangkan untuk ekspansi," katanya dalam konferensi pers setelah pertemuan.