Pameran fosil dinosaurus asal China resmi dibuka di Museum Tahir Solo, Surakarta, pada Sabtu (26/7/2026).

Ini merupakan kali pertama fosil dinosaurus dari China dipamerkan di Indonesia.

>>> Polisi Stow Laporkan Petugasnya Sendiri ke Pengadilan Atas Dugaan Penyalahgunaan Database

Fosil utama yang dipamerkan adalah Omeisaurus tianfuensis dewasa dari Sichuan, China selatan.

Panjangnya mencapai lebih dari 20 meter dan mendominasi ruang pameran museum.

Selain itu, terdapat pula fosil Omeisaurus remaja sepanjang enam meter dan Huayangosaurus taibaii, nenek moyang stegosaurus.

Ketiga fosil tersebut merupakan spesimen berharga kelas nasional di China.

Indonesia belum memiliki fosil dinosaurus yang terverifikasi secara ilmiah.

Hal itu terkait dengan sejarah geologi Nusantara yang sebagian besar berada di bawah laut pada era Mesozoikum.

Direktur Museum Tahir Solo, Luo Yingying, mengatakan pameran ini menunjukkan komitmen bersama China dan Indonesia dalam konservasi warisan alam dan edukasi sains.

Spesimen tersebut juga akan menjadi bahan fisik berharga bagi peneliti Indonesia yang mempelajari fosil dinosaurus Mesozoikum China.

Pameran Interaktif dan Edukasi

Selain fosil, pameran ini menampilkan dinosaurus animatronik seukuran asli yang dapat mengaum, mengangguk, dan berkedip.

Pengunjung juga dapat melihat model stasiun luar angkasa Tiangong dan wahana penjelajah bulan Chang'e buatan China.

Luo Yingying menjelaskan bahwa model bagian luar angkasa diproduksi di China dan dikirim ke Indonesia.

>>> Bambang Pamungkas Soroti Dua Talenta Muda Timnas: Mereka Bisa Jadi Game Changer di Piala AFF 2026

Deskripsi telah dilokalkan agar masyarakat Indonesia lebih mudah memahami pencapaian sains dan teknologi China.

Pameran ini menampilkan 569 item, termasuk 106 benda budaya kelas satu, dan akan berlangsung selama sekitar 180 hari.