Di bawah kerangka raksasa dinosaurus berleher panjang, anak-anak sekolah di Surakarta menengadahkan kepala, mata mereka mengikuti fosil ke atas sementara ponsel mengabadikan momen.

"Fosil dinosaurus benar-benar spektakuler," ujar seorang pengunjung.

>>> Speedboat Bawa 11 Turis Asing Hilang di Perairan Gorontalo

Fosil utama adalah Omeisaurus tianfuensis dewasa dari Provinsi Sichuan, China barat daya.

Dengan panjang lebih dari 20 meter, spesimen raksasa itu mendominasi ruang pamer Museum Tahir Solo yang baru dibuka.

Pameran khusus yang dibuka Sabtu lalu ini menandai pertama kalinya fosil dinosaurus China dipamerkan di Indonesia. Negara kepulauan ini belum pernah menemukan fosil dinosaurus yang terverifikasi secara ilmiah.

Ketidakhadiran itu terkait dengan masa lalu geologis Nusantara. Pada Era Mesozoikum, sebagian besar wilayah Indonesia saat ini berada di bawah laut.

Pulau-pulau belum terbentuk seperti sekarang, sehingga menyisakan sedikit formasi geologi yang cocok untuk mengawetkan sisa-sisa dinosaurus darat besar.

Sejarah itu membuat kedatangan fosil China menjadi sangat berarti.

Selain Omeisaurus dewasa, dipamerkan juga Omeisaurus remaja sepanjang enam meter dan fosil Huayangosaurus taibaii, yang dianggap sebagai nenek moyang awal stegosaurus.

Ketiganya tergolong spesimen berharga kelas nasional di China.

Bagi pengunjung lokal, fosil-fosil itu tidak hanya memberikan gambaran tentang raksasa prasejarah, tetapi juga jendela evolusi kehidupan dan planet itu sendiri.

"Menggunakan fosil dinosaurus sebagai simbol budaya dengan daya tarik global, pameran ini menunjukkan komitmen bersama China dan Indonesia terhadap konservasi warisan alam dan pendidikan sains," kata Luo Yingying, direktur museum.

Ia menambahkan bahwa spesimen tersebut akan menyediakan bahan fisik berharga bagi para sarjana Indonesia yang mempelajari fosil dinosaurus Mesozoikum China.