4 Kombinasi Makanan yang Bisa Merusak Jantung, Waspadalah!
Akibatnya, fungsi pembuluh darah terganggu dan risiko peradangan meningkat. Jika dikonsumsi terlalu sering, kondisi tersebut dapat mempercepat kerusakan arteri.
>>> realme P4R 5G Resmi di India: Baterai 8000mAh, Layar 144Hz, Harga Mulai Rp 3,5 Juta
3. Keju dan Daging Olahan
Perpaduan keju dengan sosis, ham, bacon, atau daging olahan lainnya juga masuk dalam daftar yang perlu dibatasi.
Kedua jenis makanan tersebut sama-sama kaya lemak jenuh dan garam. Lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol LDL, sedangkan kadar natrium yang tinggi berpotensi meningkatkan tekanan darah.
Para ahli menyebut konsumsi rutin kombinasi ini dapat mempercepat pembentukan plak pada pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
4. Paket Fast Food Lengkap
Burger, kentang goreng, dan minuman manis menjadi kombinasi yang paling umum ditemukan dalam menu cepat saji.
Kombinasi tersebut menghadirkan karbohidrat olahan, lemak jenuh, garam dalam jumlah tinggi, serta gula sekaligus dalam satu waktu makan.
Efeknya, tubuh mengalami lonjakan gula darah, trigliserida, dan tekanan darah secara bersamaan.
Para ahli menekankan, dampak gabungan ini lebih berbahaya dibandingkan masing-masing komponen jika dikonsumsi terpisah.
Dalam jangka panjang, pola makan seperti ini dapat memicu kenaikan berat badan, peradangan kronis tingkat rendah, resistensi insulin, hingga meningkatkan risiko penyakit jantung.
Siapa yang Paling Berisiko?
Para peneliti menyebut semua orang dapat terdampak oleh pola makan tersebut.
Namun, risikonya lebih tinggi pada orang yang mengalami obesitas, memiliki tekanan darah tinggi, jarang berolahraga, mengalami stres berkepanjangan, atau memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Mereka yang sering mengalami mudah lelah, sesak napas saat aktivitas ringan, atau stamina yang menurun juga disarankan untuk lebih memperhatikan pola makan karena gejala tersebut dapat menjadi tanda awal gangguan kardiovaskular.
>>> Indonesia Berpeluang Besar Sabet Gelar Juara di Australian Open 2026
Untuk mengurangi risiko, para ahli menyarankan mengganti minuman manis dengan air putih, memilih protein panggang dibanding gorengan, memperbanyak sayuran dan kacang-kacangan, serta menghindari porsi makan berlebihan terutama pada malam hari.
Update Terbaru
Kenaikan Pertamax Green 95 Menguras Kantong Pemilik Vespa Modern
Rabu / 10-06-2026, 16:49 WIB
Byeon Woo-seok Gelar Fan Meeting The Secret Library di Jakarta 7 November
Rabu / 10-06-2026, 16:49 WIB
Filipina Desak China Singkirkan Struktur Terapung di Scarborough Shoal
Rabu / 10-06-2026, 16:48 WIB
Rupiah Menguat ke Rp17.944 Per Dolar AS Pascakenaikan Suku Bunga
Rabu / 10-06-2026, 16:48 WIB
Gelombang Lokal 2026: Wadah Musisi Independen di Malang
Rabu / 10-06-2026, 16:48 WIB
Nindya Karya Bangun Sekolah Rakyat Trenggalek dengan Sentuhan Arsitektur Majapahit
Rabu / 10-06-2026, 16:48 WIB
Daftar iPhone yang Kompatibel dengan Apple Intelligence di iOS 27
Rabu / 10-06-2026, 16:45 WIB
175 Platform Digital Sudah Diperiksa Komdigi, Netflix Shopee dan PUBG Termasuk
Rabu / 10-06-2026, 16:44 WIB
Kisah Raihan Yusuf Tembus Tiga PTN Favorit dan Tips Belajarnya
Rabu / 10-06-2026, 16:44 WIB
Apple Batasi Fitur Apple Intelligence di iOS 27 Hanya untuk Varian Tertentu
Rabu / 10-06-2026, 16:44 WIB
OJK Wajibkan Spin Off Unit Usaha Syariah Asuransi Akhir 2026
Rabu / 10-06-2026, 16:44 WIB
Kementan Usulkan Tambahan Anggaran Rp22,43 Triliun untuk Tahun 2027
Rabu / 10-06-2026, 16:44 WIB
The Laid-Off Cheat-Granting Mage Rilis Trailer Perdana, Visual, dan Pengisi Suara
Rabu / 10-06-2026, 16:40 WIB
Pemprov DKI Gelar Bursa Kerja Gratis di Kepulauan Seribu
Rabu / 10-06-2026, 16:35 WIB






