Indonesia memiliki peluang besar untuk membawa pulang gelar juara dari Australian Open 2026. Hal ini didasari oleh catatan sejarah kompetisi dan situasi persaingan terkini.

Turnamen BWF World Tour level Super 500 ini digelar di Quaycentre, Sydney. Pertandingan berlangsung sejak Selasa, 9 Juni 2026, hingga Minggu, 14 Juni 2026.

>>> Optimisme Ekonomi Mei 2026 Melandai, Bank Indonesia Catat Penurunan Indeks

Dalam dua edisi terakhir, Indonesia sukses mengamankan total tiga gelar juara. Rinciannya, satu titel pada 2024 dan dua gelar pada 2025.

Ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi menjadi pembuka kesuksesan dengan menjuarai Australian Open 2024. Mereka mengalahkan wakil Malaysia, Lai Pei Jing/Lim Chiew Sien, di final.

Kesuksesan berlanjut pada 2025 melalui dominasi di ganda putra dan ganda putri yang menciptakan All Indonesian Finals.

Pasangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin meraih gelar Super 500 perdana setelah mengalahkan seniornya, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.

Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum juga mengamankan titel Super 500 pertama mereka. Mereka menumbangkan rekan senegara, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.

Peluang Indonesia pada edisi 2026 semakin terbuka karena absennya sejumlah pemain bintang penghuni peringkat 10 besar dunia.

Sektor tunggal putra menjadi salah satu nomor yang paling ditinggalkan para pemain unggulan.

Hanya ada dua atlet dari jajaran Top 10 BWF yang berkompetisi di Australia kali ini.

Mereka adalah Chou Tien Chen (peringkat 6) dan Lin Chun-Yi (peringkat 8), keduanya dari Taiwan.

>>> Dua Anggota BAIS TNI Dipecat karena Penyiraman Air Keras

Kondisi tersebut membuat dua pebulu tangkis asal Taiwan itu menempati posisi unggulan pertama dan kedua. Sementara itu, tunggal putra Indonesia Alwi Farhan menempati posisi unggulan ketiga.