Kabar kurang menyenangkan datang bagi calon pembeli Galaxy S27 Ultra. Setelah Samsung menaikkan harga ponsel lipat terbarunya, tekanan harga pada flagship berikutnya semakin besar.

Qualcomm dilaporkan telah mengirimkan surat kepada para pelanggannya pekan ini. Isinya, perusahaan akan menaikkan harga chip hingga dua digit persen karena biaya produksi yang meningkat.

>>> Waktu Terbaik Menyiram Tanaman untuk Hemat Air dan Biaya

Kebijakan baru ini akan berlaku untuk produk yang dikirim setelah 1 September 2026. Qualcomm belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut.

Dalam suratnya, Qualcomm disebut telah berusaha menyerap kenaikan biaya, termasuk mencari pemasok alternatif. Namun, opsi itu sudah habis sehingga kenaikan harga harus diterapkan.

Akibatnya, chipset Snapdragon flagship yang digunakan di perangkat seperti Galaxy S26 Ultra akan lebih mahal. Hal ini langsung berdampak pada biaya produksi Galaxy S27 Ultra.

>>> 5 Zodiak Paling Beruntung Akhir Pekan Ini 25-26 Juli 2026, Keuangan Bikin Pede

Samsung tidak hanya harus membayar lebih untuk chip Snapdragon, tetapi juga untuk chip RAM dan penyimpanan yang harganya melonjak drastis.

Konsekuensinya, konsumen harus merogoh kocek lebih dalam.

>>> Hari Anak Nasional: Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Tumbuh Kembang Anak

Sebelumnya, Galaxy S27 Ultra sudah diperkirakan akan lebih mahal dari pendahulunya. Kini, tekanan harga semakin nyata setelah langkah Qualcomm ini.