Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi terus meningkatkan pelayanan bagi jemaah di Tanah Suci. Salah satu wujudnya adalah penyediaan air Zamzam dalam jumlah besar secara konsisten.

Kawasan Masjid Nabawi di Madinah kini menerima distribusi air Zamzam hingga 235 ton setiap hari. Pasokan ini dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan jutaan jemaah haji dan umrah sepanjang tahun.

>>> Pemerintah Targetkan Anggaran PKPN 2027 Capai Rp1.896 Triliun

Sistem penyaluran air suci ini didukung infrastruktur modern untuk menjamin kelancaran akses. Manajemen logistik terintegrasi memungkinkan jemaah mengambil air dengan aman, mudah, dan efisien selama beribadah.

Di dalam Masjid Nabawi, terdapat lebih dari 10.000 dispenser air Zamzam yang tersebar di area dalam dan pelataran masjid.

Pihak otoritas menerapkan pola pengisian ulang berkala untuk menjaga ketersediaan pasokan.

Pemeriksaan kualitas dan keamanan air dilakukan secara rutin menggunakan perangkat pengujian berbasis teknologi mutakhir. Hal ini memastikan air Zamzam yang dikonsumsi jemaah dalam kondisi higienis.

Namun, tidak semua fasilitas air di Masjid Nabawi menyediakan air Zamzam. Jemaah, termasuk dari Indonesia, dapat membedakan jenis air berdasarkan lokasi penempatan dispenser.

Transformasi Manajemen dari Tradisional ke Digital

Penyediaan air bagi peziarah merupakan salah satu bentuk pelayanan tertua di kawasan dua masjid suci.

>>> Luhut Dukung Kenaikan BI-Rate untuk Jaga Stabilitas Rupiah

Tradisi ini berakar sejak sumur Zamzam pertama kali digali oleh Abdul Muthalib bin Hasyim, kakek Nabi Muhammad SAW.

Tanggung jawab pengelolaan sumur kemudian diteruskan kepada putranya, Al-Abbas.

Pada masa lampau, air Zamzam disimpan dalam guci tanah liat besar yang diberi wewangian damar mastic dan air mawar khas Thaif.

Air tersebut dibagikan menggunakan kendi portabel ke jemaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, termasuk ke pemukiman sekitarnya.

Profesi penyedia air ini kemudian diatur secara resmi oleh regulasi haji pemerintah Arab Saudi pada tahun 1345 Hijriah.

Saat ini, tata kelola layanan air Zamzam telah beralih sepenuhnya menggunakan infrastruktur mutakhir.

>>> Relaksasi Kuota Batubara Diprediksi Dongkrak Penjualan Alat Berat

Pemerintah Arab Saudi mengoperasikan pabrik pembotolan otomatis dan jaringan distribusi digital untuk menjaga kualitas air tetap optimal.