Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan dukungannya terhadap keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen.

Langkah moneter tersebut dinilai krusial untuk menahan pelemahan nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.

>>> Relaksasi Kuota Batubara Diprediksi Dongkrak Penjualan Alat Berat

Dukungan itu disampaikan Luhut saat tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (9/6/2026).

"Kan bagus, ngerem anu (pelemahan rupiah)," kata Luhut Binsar Pandjaitan.

Ia menegaskan bahwa fundamental ekonomi nasional saat ini masih dalam posisi aman.

Meski demikian, mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ini mengingatkan pemerintah untuk tetap waspada terhadap risiko geopolitik global yang terus berlanjut.

>>> Legenda Prancis Just Fontaine Pegang Rekor Gol Terbanyak Piala Dunia

"Ekonomi kita, fundamental masih oke, tapi memang kita perlu ada perhatian di beberapa titik karena perang Teluk ini juga masih perang apa, perang Hormuz ini masih berkelanjutan," ujar Luhut.

Ketegangan politik di Timur Tengah, khususnya di sekitar jalur energi strategis Selat Hormuz, diproyeksikan memicu tekanan pada pasar keuangan global dan nilai tukar mata uang asing.

Sebelumnya, Bank Indonesia resmi menaikkan BI-Rate menjadi 5,50 persen untuk menjaga inflasi dan memperkuat stabilisasi rupiah.

>>> Metrodata Electronics Siapkan Langkah Adaptif Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global

Kebijakan ini diambil menyusul volatilitas pasar keuangan internasional, arus modal keluar dari pasar domestik, serta lonjakan permintaan valuta asing di dalam negeri.