PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) menyiapkan langkah adaptif untuk merespons pergeseran pola belanja konsumen akibat ketidakpastian ekonomi global.

Perusahaan menerapkan sejumlah strategi pada Selasa (9/6/2026) guna mengantisipasi dinamika bisnis dan gejolak ekonomi saat ini.

>>> Timnas China Hadapi Thailand di Laga Persahabatan Jelang Piala Asia 2027

Kondisi pasar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) nasional dinilai penuh tantangan.

Namun, emiten berkode saham MTDL ini tetap optimistis terhadap prospek pertumbuhan unit bisnis solusi dan konsultasi digital sepanjang tahun 2026.

Peluang Ekspansi dan Strategi Bisnis

Peluang ekspansi perseroan ke sektor publik dan korporasi kini terbuka lebih lebar. Hal ini didorong oleh pengaktifan berbagai proyek strategis pemerintah dan BUMN.

Pertumbuhan kinerja juga didukung sektor distribusi digital melalui optimalisasi portofolio produk. MTDL menambah variasi produk untuk kategori komputer jinjing dan telepon pintar.

Langkah taktis yang diambil berfokus pada perluasan portofolio, penguatan interaksi dengan pelanggan, serta pengembangan bisnis yang menghasilkan pendapatan berulang.

Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja, mengatakan bahwa pada unit bisnis solusi dan konsultasi digital, perseroan akan menata ulang arsitektur solusi dan memperluas kolaborasi dengan prinsipal baru yang mengusung teknologi alternatif yang efisien.

>>> Relaksasi Produksi Batubara Diproyeksi Dongkrak Penjualan Alat Berat

Manajemen melihat potensi permintaan layanan baru yang digerakkan oleh kebutuhan efisiensi anggaran di sektor industri.

Kebutuhan operasional korporasi seperti modernisasi data, keamanan siber, dan pemanfaatan komputasi awan menjadi faktor pendorong utama.

Susanto menambahkan bahwa selain proyek strategis pemerintah, kebutuhan industri untuk menekan pengeluaran, modernisasi data, keamanan siber, dan cloud juga akan menciptakan permintaan layanan kepada perseroan.

Kinerja Keuangan Kuartal I-2026

Berdasarkan laporan keuangan, MTDL berhasil mempertahankan performa positif di tengah situasi ekonomi yang dinamis.

Pendapatan pada kuartal I-2026 mencapai Rp 6,7 triliun, naik 21,4 persen secara tahunan (YoY).

>>> BI Naikkan Suku Bunga untuk Jaga Stabilitas Rupiah

Laba bersih perusahaan pada periode yang sama tercatat Rp 158,9 miliar, meningkat 3,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.