Dampak Kenaikan BI Rate Mulai Mengancam Biaya Dana dan Kredit Perbankan
Kebijakan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan ke 5,50% mulai memberikan tekanan nyata pada sektor perbankan.
Dampaknya merambat melalui tiga jalur utama: biaya dana, permintaan kredit, dan strategi pengelolaan likuiditas.
>>> Australia Bekukan Pendaftaran Kampus Swasta Baru untuk Mahasiswa Internasional
Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan bahwa efek jangka pendek belum terlalu masif karena likuiditas perbankan masih memadai.
Namun, jika suku bunga tinggi berlangsung lama, tekanan terhadap biaya dana dipastikan meningkat.
"Bank akan mulai menghadapi tekanan biaya dana, terutama dari deposito dan dana besar milik korporasi," ujar Josua kepada kontan.
co. id, Selasa (9/6).
Penyesuaian Bunga Kredit dan Deposito
Josua menilai perbankan akan memperketat seleksi penyaluran kredit akibat kenaikan bunga pinjaman yang berisiko meningkatkan beban debitur.
Situasi ini semakin menantang di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan melonjaknya biaya produksi sektor riil.
Meski BI Rate naik, penyesuaian bunga di industri perbankan tidak akan berlangsung serentak. Perubahan paling cepat diprediksi terjadi pada instrumen deposito, khususnya deposito berjangka dan dana berskala besar.
"Setelah kenaikan suku bunga acuan berlanjut dan imbal hasil instrumen rupiah seperti SRBI makin menarik, bank akan menghadapi tekanan persaingan dana," katanya.
Di sisi lain, penyesuaian bunga kredit akan diterapkan secara lebih selektif. Kebijakan ini menyasar terutama pada pengajuan kredit baru, kredit dengan bunga mengambang, serta segmen pembiayaan berisiko tinggi.
Data BI menunjukkan rata-rata tertimbang suku bunga kredit rupiah sempat turun menjadi 8,73% pada April 2026 dari sebelumnya 8,76% pada Maret 2026.
Penurunan ini dipicu oleh merosotnya suku bunga kredit baru menjadi 8,95%.
Suku bunga simpanan berjangka juga melandai pada April 2026 untuk tenor 1 bulan sebesar 4,20%, 6 bulan sebesar 4,58%, 12 bulan sebesar 4,44%, dan 24 bulan sebesar 3,96%.
Update Terbaru
Cara agar Otak Menua dengan Sehat Menurut Ahli Neurologi, Bukan Diet
Jumat / 24-07-2026, 23:00 WIB
Piala AFF 2026: Pembuktian Nadeo Argawinata sebagai Kiper Utama Timnas Indonesia
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Lee Min-ho Kembali Jadi Aktor Korea Terfavorit di Mata Penggemar Global
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Penumpang Alphard Penerobos Pelican Crossing HI Ternyata Anggota Polda Jabar
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Persija Hormati Sanksi KFA untuk Shin Tae Yong, Belum Ambil Sikap
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Hasil Piala AFF: Vietnam ke Puncak usai Bantai Timor Leste 7-0
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Speedboat Bawa 11 Wisatawan Asing Hilang Kontak di Perairan Gorontalo
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Fallout Co-Creator: Morrowind di Xbox Ubah Standar RPG Konsol
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Facebook Luncurkan Lencana 'Facebook Verified' Gratis untuk Lawan AI Palsu
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Game Freak Bawa Interaksi Anjing ke Level Baru di Beast of Reincarnation
Jumat / 24-07-2026, 22:44 WIB
Bos Amazon Games: Harga Konsol dan Steam Machine di Atas $1.000 Dorong Minat ke Cloud Gaming
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Video Promo Film Anime The Ribbon Hero Soroti Ikatan Pine dan Safir
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Jensen Huang Posting Pertama di X, Dukung Model AI Terbuka
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB







