Australia Bekukan Pendaftaran Kampus Swasta Baru untuk Mahasiswa Internasional
Pemerintah Australia resmi menghentikan sementara pendaftaran kampus dan lembaga pelatihan swasta baru yang ingin menerima mahasiswa internasional.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya memperketat sistem pendidikan internasional sekaligus mencegah penyalahgunaan visa pelajar.
>>> Michel Platini Gugat FIFA dan Gianni Infantino Terkait Sabotase Pencalonan
Kebijakan penangguhan tersebut berlaku mulai 19 Mei 2026 hingga 19 Mei 2027.
Selama periode satu tahun ini, lembaga pendidikan vokasi (VET) dan kursus bahasa Inggris (ELICOS) swasta baru tidak diizinkan mengajukan registrasi ke Commonwealth Register of Institutions and Courses for Overseas Students (CRICOS).
Meski demikian, aturan ketat ini tidak berlaku bagi penyelenggara pendidikan publik.
Sekolah negeri, TAFE, dan universitas negeri di Australia tetap dapat menjalankan proses operasional seperti biasa tanpa terdampak kebijakan tersebut.
Alasan Pengetatan Visa Pelajar
Kebijakan baru ini berkaitan erat dengan penataan ulang kualitas sistem pendidikan internasional di Australia.
Pemerintah setempat berkomitmen penuh untuk menindak segala bentuk penyalahgunaan visa pelajar yang dapat merusak citra negara.
Asisten Menteri Pendidikan Internasional Australia, Julian Hill, menegaskan bahwa negaranya tetap terbuka bagi mahasiswa internasional.
Namun, ia memberikan catatan kritis bahwa kualitas pendidikan tidak boleh dikorbankan.
"Australia tetap terbuka bagi mahasiswa yang benar-benar ingin belajar, tetapi kami perlu melindungi reputasi negara ini dalam menyediakan pendidikan berkualitas tinggi," ujarnya, dikutip dari ABC News.
Julian Hill juga mengakui bahwa keputusan penangguhan ini bukan langkah yang mudah bagi pemerintah.
Lonjakan lembaga baru di tengah tren penurunan jumlah siswa menjadi alasan utama di balik kecurigaan pemerintah.
>>> John Herdman Lakukan Rotasi Skuad Timnas Indonesia Hadapi Mozambik
"Menangguhkan pendaftaran baru untuk mengajar mahasiswa internasional di sektor pendidikan vokasi dan kursus bahasa Inggris bukanlah keputusan yang diambil dengan ringan," katanya.
Update Terbaru
Cara agar Otak Menua dengan Sehat Menurut Ahli Neurologi, Bukan Diet
Jumat / 24-07-2026, 23:00 WIB
Piala AFF 2026: Pembuktian Nadeo Argawinata sebagai Kiper Utama Timnas Indonesia
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Lee Min-ho Kembali Jadi Aktor Korea Terfavorit di Mata Penggemar Global
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Penumpang Alphard Penerobos Pelican Crossing HI Ternyata Anggota Polda Jabar
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Persija Hormati Sanksi KFA untuk Shin Tae Yong, Belum Ambil Sikap
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Hasil Piala AFF: Vietnam ke Puncak usai Bantai Timor Leste 7-0
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Speedboat Bawa 11 Wisatawan Asing Hilang Kontak di Perairan Gorontalo
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Fallout Co-Creator: Morrowind di Xbox Ubah Standar RPG Konsol
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Facebook Luncurkan Lencana 'Facebook Verified' Gratis untuk Lawan AI Palsu
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Game Freak Bawa Interaksi Anjing ke Level Baru di Beast of Reincarnation
Jumat / 24-07-2026, 22:44 WIB
Bos Amazon Games: Harga Konsol dan Steam Machine di Atas $1.000 Dorong Minat ke Cloud Gaming
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Video Promo Film Anime The Ribbon Hero Soroti Ikatan Pine dan Safir
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Jensen Huang Posting Pertama di X, Dukung Model AI Terbuka
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB







