"Sejujurnya, hal itu menimbulkan kecurigaan," lanjut Hill.

Sektor Universitas Negeri Tetap Aman

Pembatasan baru ini dipastikan tidak memengaruhi sekolah negeri, TAFE, maupun universitas negeri besar di Australia yang telah terdaftar dalam sistem CRICOS.

Pemerintah menegaskan bahwa langkah ini berfokus mendepak penyelenggara pendidikan yang tidak bertanggung jawab demi meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa asing.

Di sisi lain, kebijakan mengenai pengetatan mahasiswa internasional ini memicu perdebatan hangat terkait isu migrasi di Australia.

Beberapa pihak mengkhawatirkan dampak ekonomi yang bisa timbul akibat kebijakan yang terlalu agresif.

Chief Executive Universities Australia, Luke Sheehy, mengingatkan bahwa pendekatan yang terlalu keras terhadap mahasiswa internasional dapat berdampak pada sektor pendidikan dan ekonomi.

"Jika Anda mengambil pendekatan yang terlalu keras terhadap sektor ini, Anda tidak akan menyelesaikan krisis perumahan," katanya.

Luke Sheehy juga menambahkan data mengenai pola tinggal para pelajar asing setelah masa studi mereka berakhir.

Mayoritas dari mereka terbukti tidak menetap secara permanen.

>>> Menteri Keuangan Beberkan Strategi Penguatan Pendapatan Negara di DPR

"Sekitar 80 persen mahasiswa di universitas-universitas besar kembali meninggalkan Australia setelah menyelesaikan pendidikan mereka," tuturnya.