AS Masukkan BYD ke Daftar Hitam Perusahaan Militer China
Pemerintah Amerika Serikat secara resmi memasukkan produsen otomotif BYD ke dalam daftar hitam perusahaan militer China. Keputusan ini diumumkan melalui pembaruan Pasal 1260H oleh Pentagon.
BYD bukan satu-satunya perusahaan yang masuk daftar tersebut. Alibaba, Baidu, produsen baterai EVE Energy, serta produsen lidar Hesai dan Robosense juga turut terdaftar.
>>> Kenaikan BI Rate Picu Lonjakan Suku Bunga Kredit Perbankan
Selain itu, WuXi AppTec, TP-Link, dan perusahaan rintisan robotika Unitree juga masuk dalam daftar yang sama. Informasi ini berdasarkan laporan dari Car News China.
Departemen Pertahanan AS menyebut BYD terindikasi memiliki hubungan langsung maupun tidak langsung dengan Komisi Pengawasan dan Administrasi Aset Milik Negara (SASAC) China.
Hubungan tidak langsung juga terdeteksi dengan Kementerian Industri dan Teknologi Informasi (MIIT) China.
Dokumen Pentagon menyatakan BYD sebagai kontributor fusi militer-sipil. Status ini disematkan karena keterkaitan kuat dengan MIIT serta keterlibatan perusahaan dalam zona usaha fusi militer-sipil.
Padahal, BYD memiliki fasilitas produksi yang cukup besar di AS. Perusahaan telah mengumumkan rencana pembangunan bus listrik di Lancaster, California, sejak 2013.
Aktivitas produksi di fasilitas tersebut mulai berjalan pada tahun berikutnya. BYD bahkan sempat memperluas area pabrik hingga lebih dari 500.000 kaki persegi.
>>> Mobilitas Penumpang Pesawat Domestik dan Kereta Jarak Jauh Kompak Menurun
Dampak terhadap Mitra Bisnis dan Kerja Sama
Kebijakan baru Pentagon ini membawa dampak bagi sejumlah mitra kerja sama global. Sebelum keputusan ini, Nvidia telah mengumumkan kolaborasi resmi dengan Unitree pada awal Juni.
Eve Energy dikenal sebagai pemasok komponen baterai untuk merek-merek otomotif besar. Perusahaan tersebut menyuplai kebutuhan baterai bagi Tesla, BMW, dan Mercedes-Benz.
Update Terbaru
Pemerintah Targetkan Defisit APBN 2027 Maksimal 2,4 Persen PDB
Selasa / 09-06-2026, 20:05 WIB
Telkom dan Medco Energi Bagikan Dividen Tahun Buku 2025
Selasa / 09-06-2026, 20:05 WIB
TOP 1 Indonesia dan Citilink Gelar Program Interaktif di Pesawat
Selasa / 09-06-2026, 20:04 WIB
Pemilik Kapal Minyak Dunia Cetak Rekor Pesanan Supertanker Baru
Selasa / 09-06-2026, 20:04 WIB
Holding BUMN Farmasi Targetkan Laba Bersih Rp2 Miliar pada 2026
Selasa / 09-06-2026, 20:04 WIB
China Siapkan Investasi 2 Triliun Yuan untuk Jaringan Pusat Data AI
Selasa / 09-06-2026, 20:04 WIB
Eksploitasi Sumber Daya di Cabo Delgado Picu Kebangkitan Terorisme
Selasa / 09-06-2026, 20:04 WIB
TOP 1 dan Citilink Indonesia Jalin Kerja Sama Strategis
Selasa / 09-06-2026, 20:00 WIB
Luhut Minta Polemik Makan Bergizi Gratis Dihentikan
Selasa / 09-06-2026, 20:00 WIB
Kelompok Bersenjata Serang Cabo Delgado, Tiga Sipil Tewas
Selasa / 09-06-2026, 19:59 WIB
Grab Resmi Kuasai Saham Mayoritas Superbank Lebih dari 50 Persen
Selasa / 09-06-2026, 19:57 WIB
TBIG Optimistis Bisnis Menara Telekomunikasi Tumbuh Positif pada 2026
Selasa / 09-06-2026, 19:57 WIB
5 Fakta Menarik Jelang Laga Timnas Indonesia Vs Mozambik
Selasa / 09-06-2026, 19:56 WIB
DEN Laporkan Hasil Survei Makan Bergizi Gratis ke Presiden Prabowo
Selasa / 09-06-2026, 19:56 WIB






