Pergerakan masyarakat untuk perjalanan jarak jauh mulai melambat setelah masa mudik Lebaran usai.

Angka keterisian penumpang pesawat domestik serta kereta api jarak jauh mengalami penurunan simultan pada April 2026.

>>> Choi Sooyoung dan Jung Kyung Ho Putus Setelah 14 Tahun Pacaran

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat mayoritas moda transportasi mengalami penyusutan performa pada April 2026 secara bulanan maupun tahunan.

Penurunan ini terjadi pasca-berakhirnya puncak pergerakan warga selama libur Idulfitri yang jatuh pada Maret lalu.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini memaparkan, jumlah penumpang pesawat domestik pada April 2026 tercatat sebanyak 4,57 juta orang.

Angka ini turun 18,72% secara month-to-month (MtM) dan turun 15,85% secara year-on-year (YoY).

Penyusutan ini melanda sejumlah bandara udara utama.

Penurunan di Bandara Hasanuddin Makassar mencapai 13,24% MtM, diikuti Bandara Soekarno-Hatta Tangerang sebesar 8,66%, dan Bandara Kualanamu Medan yang merosot 6,36%.

Sebaliknya, pengguna penerbangan internasional menyentuh 1,56 juta orang, naik 0,93% secara bulanan.

Kendati demikian, angka tersebut tetap terkoreksi sebesar 1,78% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sektor penerbangan domestik mendapatkan tekanan tambahan akibat lonjakan harga avtur pada April 2026. Bahan bakar jet yang dirilis Pertamina tersebut melonjak melampaui 70% dari bulan sebelumnya.

Kereta Api: Pertumbuhan Agregat tapi Jarak Jauh Menurun

Di sisi lain, moda transportasi kereta api masih mencatatkan pertumbuhan agregat.

Total penumpang kereta api menyentuh 48,28 juta orang pada April 2026, tumbuh 0,30% secara bulanan dan melonjak 7,65% secara tahunan.

Namun, pertumbuhan ini tidak disumbang oleh perjalanan antarkota.

Pengguna kereta di area Jawa non-Jabodetabek menyusut 11,98% secara bulanan, sementara wilayah luar Jawa melemah 3,83%.