Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan pada Selasa (9/6/2026) untuk memperkuat nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi.

Kebijakan ini langsung berdampak pada peningkatan beban bunga pinjaman masyarakat.

>>> Mobilitas Penumpang Pesawat Domestik dan Kereta Jarak Jauh Kompak Menurun

Sektor perbankan merespons cepat kebijakan pengetatan moneter tersebut dengan menyesuaikan biaya pinjaman. Penyesuaian ini diproyeksikan menyasar berbagai instrumen kredit dalam waktu dekat.

Ekonom Senior INDEF, Tauhid Ahmad, mengatakan kenaikan BI rate biasanya lebih cepat direspons oleh kenaikan suku bunga pinjaman untuk kredit konsumsi dan investasi.

"Biasanya dalam sebulan akan naik," ujarnya.

Lonjakan biaya pinjaman diprediksi menyasar berbagai sektor pembiayaan konsumen, termasuk produk keuangan digital. Tauhid menegaskan bahwa KPR dan pinjaman online juga akan ikut naik.

Situasi ini memaksa kelompok masyarakat berpendapatan menengah memikirkan ulang rencana pembiayaan mereka. Strategi pengambilan tenor panjang menjadi dilema karena beban total yang semakin membengkak.

Menurut Tauhid, kelas menengah akan menghitung ulang apakah membeli barang mahal dengan cicilan tenor panjang atau lebih pendek.

"Kalau bunga naik, mereka bisa memanjangkan tenor, tapi beban totalnya lebih berat," jelasnya.

>>> Choi Sooyoung dan Jung Kyung Ho Putus Setelah 14 Tahun Pacaran

Kelompok masyarakat ini diperkirakan menunda belanja konsumsi untuk aset bernilai besar seperti KPR, motor, dan alat elektronik.

Sementara itu, kelompok bawah tidak terlalu terdampak karena adanya program perlindungan pemerintah.

Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal, menambahkan bahwa biasanya kenaikan BI rate direspons lebih dulu oleh kenaikan suku bunga kredit perbankan.

"Ini respons perbankan komersial terhadap kenaikan suku bunga acuan," katanya.

Meskipun demikian, kecepatan dan besaran penyesuaian bunga diperkirakan bervariasi di setiap bank. Faisal menyebut KPR pada dasarnya akan mengikuti secara otomatis, meskipun reaksi antarbank bisa berbeda.

Kenaikan cicilan menjadi tantangan berat bagi pengelolaan keuangan rumah tangga.

>>> BPJS Kesehatan Usul Penyesuaian Iuran JKN Fokus pada Segmen PBI

Faisal menekankan bahwa konsumen menengah ke bawah sulit menyerap kenaikan suku bunga KPR, sehingga perbankan perlu mempertimbangkan kemampuan adaptasi konsumen.