RupiahCepat, platform pinjaman daring sektor multiguna, memperkuat kerja sama penyaluran pinjaman dengan PT Bank DBS Indonesia. Langkah ini diambil untuk memperbesar kapasitas pembiayaan bagi masyarakat.

Perusahaan mencatat total penyaluran pinjaman kumulatif lebih dari Rp40 triliun kepada lebih dari 7 juta pengguna di seluruh Indonesia.

>>> Doctor on the Edge Episode 5-6 Sub Indo serta Spoiler dan Link bukan LK21 tapi di TVN: Kemunculan Hyun Chi Yeon Turut Menambah Ketegangan

Hal ini disampaikan dalam keterangan resmi pada Senin (8/6/2026).

PT Kredit Utama Fintech Indonesia selaku pengelola RupiahCepat mengumumkan peningkatan kolaborasi ini. Kerja sama tersebut bertujuan memperluas akses pembiayaan digital yang aman dan mudah diakses.

Direktur RupiahCepat Anna Maria Chosani menyatakan bahwa capaian pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan digital. Penguatan kemitraan juga menjadi bagian dari strategi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

"Bank DBS Indonesia merupakan mitra pendanaan strategis bagi RupiahCepat.

Peningkatan kerja sama ini mencerminkan kepercayaan terhadap komitmen kami dalam menjaga kepatuhan, kualitas layanan, dan perlindungan konsumen," ujar Anna Maria Chosani.

Manajemen memastikan akan terus mendorong inovasi teknologi untuk menghadirkan layanan berkualitas tinggi.

>>> The Legend of Kitchen Soldier Episode 11-12 Sub Indo serta Sinopsis dan Link bukan LK21 tapi di KST: Seong-jae Mulai Dipandang Rendah

Platform ini memanfaatkan teknologi digital seperti electronic know your customer, credit scoring, dan sistem anti-fraud dalam memproses pengajuan dana secara daring.

Head of CBG Ecosystem and Digital Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia Willy Lawy menyatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen perbankan mendukung program inklusi keuangan nasional.

"Kami berkomitmen untuk memberdayakan individu dan memperluas akses mereka ke layanan finansial esensial, sehingga secara signifikan meningkatkan kapabilitas pembiayaan RupiahCepat," ujar Willy Lawy.

Dalam operasionalnya, perusahaan bersama mitra pendanaan menerapkan prinsip manajemen risiko, transparansi biaya, dan keamanan informasi sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.

Termasuk Peraturan OJK Nomor 40 Tahun 2024 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi.

>>> Iran dan Israel Sepakat Minimalkan Serangan demi Redam Eskalasi

Saat ini, RupiahCepat tercatat memiliki enam mitra pendanaan perbankan resmi, yaitu Bank Neo Commerce, BNI, Bank Ganesha, SeaBank, Superbank, dan Bank DBS Indonesia.