Maybank Indonesia dan Muslim Pro berkolaborasi mendorong generasi muda untuk mempersiapkan ibadah haji sejak dini.

Langkah ini bertujuan mengubah pola pikir yang selama ini menunda persiapan hingga usia lanjut.

>>> KPK Tangkap 10 Orang dalam OTT Bupati Muara Enim Edison

Head Sharia Product Management Maybank Indonesia, Baginda Saumar, mengungkapkan bahwa banyak masyarakat Muslim masih menempatkan haji sebagai prioritas terakhir.

"Haji dianggap sebagai sesuatu yang nanti-nanti saja," katanya dalam acara media gathering di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Menurut Baginda, faktor finansial dan persepsi biaya besar membuat calon jamaah baru mulai mengumpulkan dana menjelang pensiun. Akibatnya, jamaah haji Indonesia didominasi kelompok usia lanjut.

Padahal, pendaftaran awal untuk mendapatkan porsi antrean haji dapat dicicil secara bertahap dengan nominal fleksibel sejak usia muda.

"Untuk mendapatkan porsi haji diperlukan dana awal sekitar Rp 25 juta, tetapi kesadaran bahwa perjalanan bisa dimulai dari sekarang yang ingin kami bangun," jelas Baginda.

>>> Telkom Siapkan Rp 4 Triliun untuk Buyback Saham TLKM

Daftar tunggu haji yang lama memperparah kondisi ini. Masyarakat yang mendaftar pada usia 40 atau 50 tahun kemungkinan besar baru berangkat saat lansia.

"Semakin cepat memulai, semakin besar peluang berangkat pada usia lebih muda," ujar Baginda.

Group Managing Director & CEO Muslim Pro, Nafees Khundker, menambahkan bahwa minat berhaji sebenarnya tinggi, tetapi terhambat persepsi kerumitan persiapan.

"Banyak yang merasa itu tugas besar dan akhirnya menunda," tuturnya.

Kelompok usia muda kerap menempatkan perencanaan haji di urutan belakang karena prioritas karier, rumah, dan pernikahan.

>>> IHSG Diprediksi Uji Level 5.100 Imbas Konflik Iran-Israel

Untuk mempermudah akses, Muslim Pro bersama Maybank Syariah Indonesia meluncurkan layanan digital penyiapan haji melalui aplikasi.