Google mengungkap bahwa Gemini AI lebih diminati oleh anak muda di Asia Tenggara.

Temuan ini berdasarkan Gemini SEA Report 2026, laporan perdana Google mengenai perilaku pengguna Gemini AI di kawasan tersebut.

>>> Cara Ajukan KUR Mandiri 2026 Rp100 Juta Tenor 5 Tahun

Dari 900 juta pengguna aktif bulanan Gemini secara global, generasi muda di bawah usia 25 tahun menjadi pendorong utama adopsi di Asia Tenggara dengan kontribusi 40 persen.

Adopsi Gemini di kawasan ini meningkat lebih dari dua kali lipat dan menjadi yang tercepat di antara aplikasi Google lainnya.

Karakteristik Interaksi Digital Native

Generasi muda memiliki kebiasaan tersendiri dalam menggunakan Gemini AI.

Sapna Chadha, Vice President for Southeast Asia and South Asia Frontier Google, menyebut mereka tidak sekadar mengadopsi teknologi, tetapi mendorongnya hingga batas maksimal.

Alih-alih mengajukan pertanyaan singkat, mereka terlibat dalam percakapan mendalam dan menyusun prompt yang sangat terperinci.

>>> Produser id Software: Industri Game Tak Akan Lahirkan WoW atau Morrowind Lagi

Pengguna digital native ini lebih sering mengajukan permintaan, melakukan percakapan lebih panjang, serta menulis prompt lebih rinci dibanding kelompok usia lainnya.

Penggunaan Bahasa Lokal dan Fitur Multimodal

Google menemukan hampir 70 persen prompt di Asia Tenggara dikirim menggunakan bahasa asli masing-masing negara. Vietnam mencatat 89 persen, Thailand 87 persen, dan Indonesia 84 persen.

Pengguna cenderung memanfaatkan fitur multimodal seperti suara, foto, dan video.

Lebih dari 40 persen prompt dikirim menggunakan kombinasi media tersebut, sementara lebih dari 10 persen hanya menggunakan suara melalui fitur seperti Gemini Live untuk membantu aktivitas sehari-hari.

Ekspansi Global Gemini AI

Hingga saat ini, Gemini AI telah digunakan di 230 negara, menjadikannya platform AI dengan adopsi terluas di dunia.

>>> Headset Razer Kraken Kitty V3 Pro Termurah Sepanjang Sejarah, Diskon Rp 1,7 Juta

Sapna Chadha menyatakan bangga melihat Gemini menjadi AI pilihan bagi banyak pengguna di Asia Tenggara, yang menggunakannya dengan cara mereka sendiri.