Desakan untuk mengganti Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA semakin kuat dari kubu Eropa.

Sejumlah petinggi UEFA dikabarkan kehilangan kepercayaan terhadap Infantino dan mendorong munculnya penantang pada pemilihan presiden berikutnya.

>>> Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.069 per Dolar AS Pagi Ini

Ketidakpuasan ini memuncak selama Piala Dunia 2026.

Salah satu pemicunya adalah keputusan kontroversial FIFA yang tidak menjatuhkan skorsing penuh kepada Folarin Balogun setelah kartu merah di babak 16 besar.

Situasi semakin panas setelah mantan Presiden AS, Donald Trump, mengaku menghubungi Infantino untuk membahas kasus Balogun. Hal ini memicu kritik tajam terhadap independensi FIFA dalam mengambil keputusan.

Kandidat Potensial Pengganti Infantino

Nama Presiden UEFA Aleksander Ceferin sempat mencuat sebagai kandidat kuat. Namun, ia dikabarkan lebih memilih bertahan di posisinya saat ini.

>>> Arti Suara Kucing: Mengeong hingga Meraung, Kenali Maknanya

Sosok lain yang diharapkan maju adalah Presiden Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khelaifi. Ia juga belum menunjukkan minat untuk terjun dalam bursa pemilihan.

Alternatif lain datang dari Dariusz Mioduski, pemilik Legia Warsawa.

Beberapa federasi besar Eropa seperti Polandia, Spanyol, Jerman, Norwegia, Swedia, hingga Bosnia dan Herzegovina disebut siap memberikan dukungan.

Dari luar Eropa, nama Presiden CONCACAF Victor Montagliani dan Ketua CAF Patrice Motsepe turut masuk radar.

>>> Polisi Limpahkan Don Ritto ke Kejagung Besok

Namun, Motsepe diperkirakan baru akan maju pada 2031, saat Infantino tidak lagi menjabat.