Jepang Minta Bantuan AS dan Sekutu Bentuk Badan Intelijen Terpusat
Jepang tengah berupaya membentuk badan intelijen terpusat pertamanya sejak Perang Dunia II berakhir. Langkah ini dilakukan dengan meminta bantuan sejumlah negara Barat.
Dalam beberapa bulan terakhir, para pemimpin Jepang secara diam-diam telah berkonsultasi dengan Amerika Serikat, Australia, dan Jerman.
>>> Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Messi dan Enzo Tunjukkan Reaksi Berbeda
Konsultasi tersebut mencakup teknologi, perekrutan personel, serta prioritas pengembangan lembaga intelijen baru.
Hal ini terungkap dari sejumlah pejabat Jepang dan negara lain yang membocorkan informasi ke media.
Pembentukan badan intelijen domestik menjadi salah satu pilar utama agenda Perdana Menteri Sanae Takaichi.
Takaichi ingin menghapus berbagai pembatasan di bidang pertahanan dan keamanan yang diberlakukan setelah Perang Dunia II.
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ancaman dari China, Rusia, dan Korea Utara.
Sistem Intelijen Jepang yang Terfragmentasi
Selama ini, sistem intelijen Jepang terfragmentasi. Informasi dikumpulkan dan dianalisis secara terpisah oleh pejabat pertahanan, diplomat, kepolisian, dan lembaga lainnya.
Tidak ada mekanisme pertukaran intelijen yang efektif antarlembaga. Para pakar menilai kondisi tersebut membuat Jepang lebih rentan terhadap aksi spionase dan campur tangan asing.
Pada Minggu (12/7), The New York Times melaporkan bahwa puluhan mata-mata Rusia telah berpindah ke Jepang dalam beberapa tahun terakhir.
Mereka bertujuan memperoleh komponen senjata dan mengirimkannya ke Rusia untuk menghindari sanksi internasional.
>>> Harga BBM Malaysia Lebih Murah dari Arab Saudi dan Qatar, Kok Bisa?
Para pejabat asing telah memperingatkan Jepang mengenai aktivitas tersebut, namun respons Tokyo dinilai masih lambat.
Dukungan Penuh dari AS
The New York Times mengungkap bahwa dalam beberapa bulan terakhir, pejabat intelijen AS memberikan masukan bagi Jepang mengenai sistem pertahanan siber dan metode menghadapi spionase industri.
Update Terbaru
Belanda Pimpin Inovasi Angkatan Laut dengan Uji Coba Armada Otonom
Kamis / 16-07-2026, 12:01 WIB
Serangan ke Jantung Rusia: Zelenskyy Rebut Inisiatif dan Perbaiki Hubungan dengan Trump
Kamis / 16-07-2026, 12:01 WIB
PINTU dan HIMAPEN Tingkatkan Literasi Investasi Kripto, Saham, dan Komoditas bagi Mahasiswa
Kamis / 16-07-2026, 12:00 WIB
Kementerian UMKM Gelar Nobar Piala Dunia Bersama Driver Ojol
Kamis / 16-07-2026, 12:00 WIB
50 Yel-Yel MPLS Singkat, Kreatif, dan Lucu untuk Siswa 2026
Kamis / 16-07-2026, 12:00 WIB
Fitur Cek Kos Sekitar: Pantau Tren Pasar dan Performa Iklan Kos
Kamis / 16-07-2026, 12:00 WIB
Kisah Slamet Santoso, TKI Asal Banyuwangi yang Direkrut Klub Polandia
Kamis / 16-07-2026, 11:58 WIB
Kaya Nutrisi, Ini Minuman yang Bisa Bantu Kontrol Kolesterol
Kamis / 16-07-2026, 11:58 WIB
Film Lastri: Arwah Kembang Desa (2026), Apakah Bakal Lanjut Season 2?
Kamis / 16-07-2026, 11:55 WIB
Suporter Inggris Justru Puji Lionel Messi Usai Timnya Disingkirkan Argentina
Kamis / 16-07-2026, 11:49 WIB
Nicho Silalahi Kritik IPW: Seharusnya Desak Copot Kapolri, Bukan Jaksa Agung
Kamis / 16-07-2026, 11:49 WIB
Sherly Tjoanda: Masih Ada 43 Desa di Maluku Utara Belum Berlistrik
Kamis / 16-07-2026, 11:46 WIB
Meutya Hafid Sambut Baik Aturan Pembatasan Gadget di Sekolah
Kamis / 16-07-2026, 11:46 WIB
Vokalis Beartooth Caleb Shomo Umumkan Dirinya Gay, Istri Ajukan Cerai
Kamis / 16-07-2026, 11:46 WIB







