Lionel Messi kembali membawa Argentina ke final Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Inggris 2-1 di semifinal. Meski tidak mencetak gol, Messi menjadi arsitek dua gol kemenangan Argentina.

Dalam laga tersebut, Messi terlihat sering melamun atau kehilangan fokus. Pada beberapa pertandingan lain, ia juga lebih banyak berjalan kaki daripada berlari.

>>> Tuchel Akui Kesalahan Ganti Dua Pemain Sebelum Comeback Argentina

Menurut laporan The Athletic, selama Piala Dunia 2026, 63 persen pergerakan Messi hanya berjalan kaki. Bahkan, ia menghabiskan 25 persen sisa waktu pertandingan dengan hanya berdiri.

Faktor usia mungkin berpengaruh, namun ternyata Messi memang selalu menghabiskan banyak waktu untuk menahan diri dan mengamati situasi.

"Berjalan santai sejak dulu sudah menjadi bagian dari gaya main Messi," ungkap The Athletic.

Trik Mental Berbasis Sains

Psikolog olahraga Eric Zlmer dalam artikel di Scientific American mengulas strategi mental Messi. Ia menemukan bahwa saat Messi tampak tidak terlibat, matanya sering tidak tertuju pada bola.

Penelitian neurosains menunjukkan bahwa saat pikiran mengembara, otak tidak sedang beristirahat. "Otak justru memproses informasi dengan cara berbeda," jelas Zlmer.

>>> Kejagung Yakin Febrie Kooperatif dan Tak Hilangkan Barang Bukti

Ketika Messi tampak melamun, ia membiarkan pandangannya menjelajah dan otaknya menarik diri untuk mengamati pertandingan dari perspektif lebih luas.

Jeda ini membantu mempertahankan fokus tajam sepanjang laga.

Hal ini juga memungkinkan Messi menyerap lebih banyak informasi dan melihat peluang yang dilewatkan pemain lain.

"Mengendalikan pikiran yang mengembara secara sengaja bisa sangat bermanfaat dalam olahraga performa tinggi," kata Zlmer.

>>> UEFA Desak Lengserkan Infantino dari Kursi Presiden FIFA

Membiarkan diri 'bengong' secara strategis bukan hanya untuk bintang sepak bola. Ini adalah trik otak yang didukung penelitian ilmiah untuk meningkatkan kreativitas dan performa.