PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) resmi mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4 triliun untuk melaksanakan pembelian kembali atau buyback saham.

Keputusan ini telah mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar secara daring pada Senin (8/6).

>>> IHSG Diprediksi Uji Level 5.100 Imbas Konflik Iran-Israel

Mekanisme buyback akan dieksekusi melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun di luar BEI.

Manajemen menjadwalkan pelaksanaan secara bertahap atau sekaligus yang harus rampung dalam 12 bulan setelah RUPST, dimulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2026.

Tujuan Buyback Saham TLKM

Langkah ini ditujukan untuk mendongkrak nilai bagi para pemegang saham TLKM.

Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini, menyatakan bahwa aksi korporasi ini merupakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga saham perseroan di tengah dinamika pasar.

>>> Penjualan Mobil China Anjlok 22,3% pada Mei 2026 Akibat Krisis Energi

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi, manajemen membatasi jumlah saham yang dibeli kembali tidak melebihi 10 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.

Proses ini tetap mengacu pada kondisi likuiditas, ketersediaan permodalan, serta aturan perundang-undangan yang berlaku.

Aksi korporasi ini bergulir di tengah tekanan performa saham TLKM di pasar modal.

Pada penutupan perdagangan Senin (8/6), harga saham TLKM turun 14,86 persen ke posisi Rp 2.350 per saham.

>>> IHSG Anjlok 4,52 Persen, Investor Disarankan Beli Bertahap

Akumulasi kemerosotan sepanjang tahun berjalan mencapai 32,47 persen.