Pasar otomotif China mengalami penurunan penjualan sebesar 22,3 persen secara tahunan pada Mei 2026.

Total penjualan hanya mencapai 1,53 juta unit, menurut data Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA).

>>> IHSG Anjlok 4,52 Persen, Investor Disarankan Beli Bertahap

Penurunan ini merupakan yang kedelapan secara berturut-turut.

CPCA memperkirakan penjualan sepanjang tahun ini akan anjlok hingga 11 persen dari prediksi awal yang hanya turun 1 persen.

Akumulasi penjualan kendaraan selama lima bulan pertama tahun ini juga merosot 19,7 persen menjadi 7,18 juta unit.

Segmen kendaraan listrik (EV) dan hibrida plug-in mencatat penurunan kelima berturut-turut sebesar 7,5 persen, meskipun ekspornya melonjak 112,6 persen.

Krisis Energi Pukul Penjualan Mobil Bensin

Sekretaris Jenderal CPCA, Cui Dongshu, mengatakan penurunan ini terutama mencerminkan dampak krisis di Timur Tengah yang mengakibatkan krisis energi.

Penjualan mobil berbahan bakar bensin menjadi yang paling terpukul.

Cui Dongshu memproyeksikan pemulihan pasar otomotif domestik akan terjadi secara bertahap pada paruh kedua tahun ini. Hal ini seiring dengan penyesuaian kondisi pasar.

>>> MSIG Life Bayar Klaim Rp227,29 Miliar pada Kuartal I 2026

Kondisi pasar yang lesu memperlebar jarak antara target pertumbuhan ekonomi pemerintah Beijing sebesar 4,5-5 persen dengan melemahnya kepercayaan konsumen.

Pemotongan subsidi untuk barang-barang mahal juga turut mempengaruhi.

Kepala Strategi Ekuitas China Macquarie Capital, Eugene Hsiao, menilai pasar otomotif China sudah berada pada tahap perkembangan yang matang.

Ia memperkirakan pasar ritel hanya akan tumbuh pada tingkat satu digit selama lima hingga sepuluh tahun ke depan.

CEO NIO, William Li, mengatakan pasar otomotif China kemungkinan telah melewati era keemasannya. Permintaan domestik stagnan meskipun ekspor tetap kuat.

Stagnasi pasar domestik memaksa banyak pesaing NIO beralih ke pasar ekspor. Produsen global seperti Volkswagen juga terpukul dan mempercepat strategi EV lokal untuk mempertahankan posisinya.

CEO perusahaan konsultan Automobility, Bill Russo, menambahkan bahwa produsen OEM tradisional yang mencoba membangun struktur penjualan EV paralel sering menghadapi fragmentasi organisasi.

>>> Telkom Indonesia Bagikan Dividen Tunai Rp21,9 Triliun

Pemisahan operasi ritel EV dari jaringan diler tradisional berisiko mengganggu konsistensi merek dan akuisisi pelanggan.