Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ambles 252,63 poin atau 4,52 persen ke level 5.342,14 pada penutupan perdagangan Senin, 8 Juni 2026.

Pelemahan signifikan ini dipicu kepanikan pelaku pasar yang melakukan aksi jual massal di tengah eskalasi geopolitik global.

>>> Clipan Finance Salurkan Pembiayaan Mobil Bekas Rp750 Miliar hingga April 2026

Seluruh sektor di bursa mengalami tekanan. Sektor perindustrian menjadi yang terparah dengan koreksi 6,39 persen.

Sektor infrastruktur menyusul turun 6,29 persen, sementara sektor transportasi dan logistik terkoreksi 5,58 persen.

Data perdagangan mencatat 661 saham ditutup melemah, 78 saham menguat, dan 78 saham stagnan.

Frekuensi transaksi mencapai 2,2 juta kali dengan volume 32,26 miliar saham senilai Rp 21,27 triliun.

Aksi jual besar-besaran terjadi dalam waktu sekitar 10 menit setelah IHSG menyentuh koreksi 4 persen pada pagi hari.

Sentimen negatif diperparah isu gerakan jual saham serentak oleh investor asing.

>>> Telkom Indonesia Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun, Setara 123% Laba Bersih

Tekanan terhadap IHSG sejalan dengan pelemahan rupiah.

Berdasarkan Bloomberg, kurs rupiah berada di Rp 18.187,5 per dolar AS, turun 151,5 poin atau 0,84 persen.

Pemerintah Imbau Investor Tetap Tenang

Menanggapi dinamika pasar, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta pelaku pasar tetap tenang dan rasional.

"Teman-teman investor tolong lihat lebih detail, pahami kondisi ekonomi kita. Fiskal bagus, ekonomi bagus, kepemimpinan presiden masih cukup kuat," ujarnya dikutip dari detikFinance.

Di kelompok saham LQ45, PT Telkom Indonesia Tbk menjadi penekan utama setelah anjlok 14,86 persen ke Rp 2.350 per saham.

>>> Kemlu Pantau Kondisi WNI Pascagempa Magnitudo 7,8 di Filipina

Pelemahan juga melanda bursa Asia. Indeks KOSPI Korea Selatan mencatat koreksi terdalam dengan kejatuhan 8,29 persen ke level 7.484,41.