PT Clipan Finance Indonesia Tbk mencatat penyaluran pembiayaan mobil bekas mencapai lebih dari Rp750 miliar hingga April 2026.

Capaian tersebut diraih di tengah lesunya pasar mobil baru nasional serta tantangan ekonomi yang menekan daya beli masyarakat.

>>> Telkom Indonesia Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun, Setara 123% Laba Bersih

Kondisi pasar saat ini dibayangi oleh pelemahan daya beli dan persaingan agresif dari segmen kendaraan listrik (EV).

Industri multifinance juga menghadapi risiko makroekonomi seperti pelemahan nilai tukar rupiah serta tren kenaikan suku bunga yang berpotensi menekan permintaan.

Persaingan harga pada segmen kendaraan listrik turut memberikan tekanan tersendiri bagi pelaku industri keuangan.

Situasi ini berdampak langsung pada penurunan kemampuan pemulihan nilai agunan dari kendaraan yang telah disita oleh perusahaan pembiayaan.

Permintaan Pembiayaan Masih Terbatas

Direktur Utama PT Clipan Finance Indonesia Tbk, Harjanto Tjitohardjojo, menyatakan permintaan pembiayaan kendaraan roda empat baru tetap lemah.

>>> Kemlu Pantau Kondisi WNI Pascagempa Magnitudo 7,8 di Filipina

Pembiayaan mobil bekas pun masih terbatas akibat kehati-hatian terhadap kualitas aset.

Potensi kenaikan harga kendaraan saat ini turut dicermati karena berisiko memengaruhi kemampuan bayar debitur secara keseluruhan.

Perusahaan pembiayaan mengkhawatirkan dampak buruk situasi tersebut terhadap kualitas pembiayaan serta peningkatan risiko kredit.

Meskipun demikian, pergeseran perilaku konsumen dinilai tetap membuka ruang pertumbuhan yang positif bagi pasar kendaraan bekas.

>>> KPK Tangkap Bupati Muara Enim Edison dalam Operasi Tangkap Tangan

Sebagian masyarakat beralih memilih mobil bekas sebagai alternatif yang lebih terjangkau di tengah keterbatasan daya beli untuk membeli kendaraan baru.