PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp21,9 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar Senin (8/6/2026).

Jumlah tersebut setara dengan 123,03 persen dari total laba bersih perseroan pada tahun buku 2025.

>>> Kemlu Pantau Kondisi WNI Pascagempa Magnitudo 7,8 di Filipina

Pembayaran dividen akan dicairkan selambat-lambatnya pada 10 Juli 2026 kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham per 19 Juni 2026.

Rincian Sumber Dana Dividen

Manajemen TLKM menjelaskan bahwa dana dividen tidak hanya berasal dari laba bersih tahun buku 2025, tetapi juga dari laba ditahan periode sebelumnya.

Sekitar Rp17,8 triliun berasal dari laba bersih tahun 2025, sedangkan sisanya Rp4,2 triliun merupakan laba ditahan tahun sebelumnya.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyatakan bahwa penentuan jumlah dividen telah melalui kalkulasi matang dengan mempertimbangkan kestabilan finansial dan rencana ekspansi ke depan.

>>> KPK Tangkap Bupati Muara Enim Edison dalam Operasi Tangkap Tangan

Menurut Dian, meskipun menghadapi tekanan industri dan ketidakpastian sepanjang 2025, fundamental bisnis tetap terjaga dan arus kas menguat.

Keputusan pemegang saham atas dividen ini mencerminkan kepercayaan terhadap transformasi dan arah pertumbuhan perusahaan.

Selain dividen, RUPST juga menyepakati program pembelian kembali (buyback) saham dengan anggaran maksimal Rp4 triliun yang ditargetkan rampung dalam 12 bulan hingga 8 Juni 2027.

>>> Makan Bergizi Gratis: Niat Baik Saja Tidak Cukup

RUPST juga menyetujui restrukturisasi internal dewan komisaris dengan memberhentikan Silmy Karim, serta mengangkat Edwin Hidayat Abdullah sebagai Komisaris dan Anthony Leong sebagai Komisaris Independen baru.