CEO produsen jet pribadi asal Brasil, Embraer, Francisco Gomes Neto, mengatakan penggunaan armada oleh pelanggan terus mencetak rekor baru.

"Jam terbang pelanggan kami terus mencapai rekor tertinggi dari bulan ke bulan," ujar Francisco Gomes Neto dalam pameran penerbangan eksekutif di Sao Paulo pada Mei lalu.

Faktor Keamanan Menjadi Prioritas

Di sisi lain, penggunaan jet pribadi masih menjadi sasaran kritik berbagai kelompok lingkungan hidup dan aktivis pemerhati ketimpangan sosial.

Mereka menilai penggunaan jet pribadi mencerminkan kesenjangan ekonomi global yang semakin lebar serta memberikan dampak negatif terhadap lingkungan, ditambah regulasi terhadap industri penerbangan pribadi yang dinilai masih terlalu longgar.

Namun, Asosiasi Penerbangan Bisnis Eropa (European Business Aviation Association) menegaskan bahwa sektor ini memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas di Eropa.

Mereka menganggap kritik yang dilontarkan sering kali terlalu menyederhanakan persoalan.

Sementara itu, produsen pesawat dan operator charter berpendapat bahwa meningkatnya penggunaan jet pribadi lebih didorong oleh kebutuhan akan rasa aman di tengah situasi global yang tidak menentu.

Pemilik Silver Air Private Jets, Jason Middleton, mengatakan setiap kali terjadi gejolak dunia, permintaan terhadap penerbangan pribadi selalu meningkat.

"Setiap kali ada peristiwa besar dunia, industri penerbangan pribadi selalu mendapat dorongan permintaan, selalu seperti itu," kata Middleton, merujuk pada perang Iran, pandemi Covid-19, hingga berbagai gejolak politik di Amerika Selatan.

Menurutnya, faktor utama yang dicari pelanggan adalah kendali atas perjalanan mereka sendiri. "Ini berkaitan dengan rasa aman.

>>> Pencairan PKH Tahap 2 Berakhir Juni 2026, Kemensos Imbau KPM Cek Status

Orang merasa lebih aman ketika mereka memiliki kendali," kata Middleton.