Sebaliknya, data perusahaan analitik penerbangan Cirium menunjukkan kapasitas penerbangan global secara keseluruhan justru turun sekitar 3% hingga 4%.

Pilot dan eksekutif industri penerbangan pribadi mengungkapkan bahwa permintaan layanan charter jet meningkat. Banyak pelancong kaya memilih meninggalkan kelas bisnis maupun kelas satu penerbangan komersial.

Langkah ini diambil untuk menghindari risiko pembatalan penerbangan, keterlambatan, maupun gangguan operasional bandara yang dipicu oleh konflik geopolitik.

Pendiri sekaligus CEO Amalfi Jets, Kolin Jones, menyebut jumlah permintaan penerbangan menuju Festival Film Cannes tahun ini meningkat sekitar 25% dibandingkan tahun lalu.

Sedangkan permintaan menuju Grand Prix Monaco naik hampir sepertiga.

>>> Kemenkes Proyeksikan Kebutuhan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Meningkat

"Banyak orang yang sebenarnya mampu menggunakan jet pribadi tetapi sebelumnya memilih penerbangan komersial. Kini mereka bersedia membayar lebih mahal demi pilihan yang dianggap lebih aman," kata Jones.

"Festival Film Cannes, Grand Prix Monaco, serta perjalanan terkait Piala Dunia dari Eropa ke Amerika Serikat menjadi pendorong utama permintaan," kata Jones.

Delapan eksekutif perusahaan jet pribadi yang diwawancarai Reuters menyebut bahwa meskipun lalu lintas penerbangan menuju Timur Tengah menurun akibat kekhawatiran keamanan ruang udara, permintaan perjalanan ke Eropa dan Amerika Serikat diperkirakan mendekati level rekor tahun ini.

Pilot jet pribadi Andy Spencer mengatakan aktivitas industri tersebut tetap sangat tinggi. "Kesibukannya tetap sama seperti biasanya," ujar Spencer.

Data WINGX menunjukkan bahwa selama gelaran Super Bowl di California pada Februari lalu, lalu lintas jet pribadi di bandara sekitar lokasi acara mencapai tiga kali lipat dibandingkan hari normal.

Sementara saat turnamen golf Masters di Augusta pada April, jumlah penerbangan jet pribadi melonjak hingga 10 kali lipat, dari kurang dari 50 penerbangan menjadi lebih dari 400 penerbangan.