Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memproyeksikan kebutuhan dokter spesialis penyakit dalam di Indonesia akan meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Proyeksi ini didasarkan pada perubahan struktur demografi penduduk.

>>> Pencairan PKH Tahap 2 Berakhir Juni 2026, Kemensos Imbau KPM Cek Status

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Kerja Komisi X di Jakarta pada Senin (08/06).

Menurutnya, pergeseran usia penduduk membuat kebutuhan dokter spesialis penyakit dalam kini lebih besar dibandingkan dokter anak.

"Kalau dulu Indonesia lebih banyak balita sehingga dibutuhkan lebih banyak dokter anak, sekarang lansia itu sudah di beberapa kabupaten/kota lebih banyak dari balita.

Otomatis spesialis penyakit dalam itu dibutuhkan lebih banyak daripada spesialis anak atau spesialis obgyn," kata Budi.

Penyusunan Peta Kebutuhan Tenaga Kesehatan

Kemenkes telah menyusun proyeksi pasokan tenaga medis hingga tingkat kabupaten dan kota. Langkah ini bertujuan untuk menentukan jenis dokter yang perlu dipersiapkan ke depannya.

>>> NASA dan Prada Rancang Pakaian Dalam Khusus untuk Misi Artemis IV

Perhitungan kebutuhan tenaga medis dilakukan berdasarkan proyeksi populasi, perubahan usia penduduk, serta tren penyakit masyarakat.

Saat ini, jumlah lansia di beberapa daerah telah melampaui jumlah balita, memicu peningkatan kasus penyakit degeneratif seperti demensia, Alzheimer, dan Parkinson.

Selain pergeseran kebutuhan dokter spesialis, Indonesia masih menghadapi kekurangan sekitar 93.200 dokter umum. Data ini diverifikasi bersama organisasi profesi, kolegium, dan konsil kesehatan.

"Dari konteks Kementerian Kesehatan, kita sangat membutuhkan dokter-dokter," ujar Budi. Rendahnya pasokan dokter umum menjadi tantangan tersendiri untuk menutup kesenjangan pelayanan kesehatan.

Saat ini, jumlah lulusan dokter umum di Indonesia hanya berkisar antara 12.000 hingga 14.000 orang per tahun.

>>> Kombinasi Sentimen Negatif Tekan Harga Bitcoin, Analis Ungkap Peluang Rebound

Angka ini dinilai belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan nasional.