Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok ke level 5.342 pada penutupan perdagangan Senin (8/6/2026).

Pelemahan sebesar 252,63 poin atau 4,52 persen itu langsung menekan hampir seluruh sektor saham, termasuk properti.

>>> Pemerintah Alihkan Minyakita untuk Pasar Rakyat, Bukan Bantuan Pangan

Emiten properti utama mencatat koreksi mendalam.

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) anjlok 9,85 persen ke Rp 119, sementara PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) turun 8,27 persen ke Rp 244.

PT Sentul City Tbk (BKSL) melemah 5,17 persen ke Rp 55, dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA) terpangkas 4,50 persen menjadi Rp 530.

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) juga turun 4,44 persen ke Rp 258.

PT Puradelta Lestari Tbk melemah 4,05 persen ke Rp 142, diikuti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) yang turun 3,57 persen ke Rp 540.

>>> IHSG Anjlok 4,52 Persen Akibat Tekanan Global dan Domestik

PT Trisula International Tbk (TRIS) menyusut 3,40 persen ke posisi Rp 142.

Di tengah pelemahan, saham PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) justru melonjak 27,26 persen ke Rp 168.

Kenaikan ini menjadi pengecualian di sektor properti yang mayoritas tertekan.

Secara mingguan, IHSG mencatat performa minus 12,82 persen, sementara dalam sebulan merosot 23,38 persen.

>>> IHSG 8 Juni 2026 Anjlok 4,52 Persen ke Level 5.342

Year to date, indeks melemah 38,22 persen, meski dalam enam bulan masih tumbuh 36,15 persen.