Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada perdagangan Senin, 8 Juni 2026.

Indeks ditutup ambles 252,6 poin atau setara 4,52 persen ke level 5.342,1.

>>> Petugas Bea Cukai Masih Jaga Gerai Tiffany & Co di Plaza Indonesia

Total nilai transaksi tercatat Rp 21,39 triliun dengan volume perdagangan 29,87 miliar saham dan frekuensi 2.181 juta kali.

Sebanyak 701 saham bergerak turun, sementara hanya 78 saham menguat dan 180 saham stagnan.

Seluruh Sektor Terkoreksi

Seluruh sektor saham di bursa terpuruk ke zona merah pada penutupan pasar.

Sektor perindustrian menjadi yang paling dalam terkoreksi, turun 6,39 persen.

Disusul sektor infrastruktur minus 6,29 persen, transportasi minus 5,58 persen, dan teknologi minus 4,68 persen.

Sektor lain yang tertekan meliputi kesehatan 4,44 persen, barang konsumen non primer 4,36 persen, barang konsumen primer 4,25 persen, energi 4,03 persen, barang baku 4 persen, properti 2,92 persen, dan keuangan 2,82 persen.

Sentimen Eksternal dan Internal

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut tekanan berat terhadap IHSG dipicu perpaduan sentimen eksternal dan internal.

>>> Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Naik Jadi Rp 123,8 Triliun per Mei 2026

Dari eksternal, pelemahan pasar regional Asia terjadi setelah tensi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas.

Investor global bersikap waspada, memicu aksi jual di berbagai bursa Asia, termasuk Indonesia.

Dari dalam negeri, ketidakpastian regulasi, koreksi nilai tukar rupiah, dan kekhawatiran risiko politik domestik membebani kepercayaan investor.

Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa akhir Mei 2026 sebesar US$ 144,9 miliar, turun dari posisi April US$ 146,2 miliar.

Top Gainers dan Top Losers

Meski indeks merosot, beberapa saham mencatat kenaikan 20-27 persen.