Ahli Peringatkan Risiko Cosmeticorexia pada Anak Akibat Skincare Berlebihan
Tren perawatan wajah yang dulu identik dengan orang dewasa kini merambah anak-anak. Banyak anak perempuan mulai menggunakan produk kosmetik dan skincare setiap hari demi tampilan wajah tanpa cela.
Fenomena ini memicu kekhawatiran pakar kesehatan kulit karena berpotensi menimbulkan obsesi berlebih terhadap citra fisik sejak dini. Kondisi ini dikenal dengan istilah cosmeticorexia.
>>> Kementerian PU Lelang Daihatsu Xenia 2009, Mulai Rp34 Jutaan
Istilah cosmeticorexia pertama kali dicetuskan akademisi dan dermatolog yang mengamati lonjakan penggunaan produk kecantikan pada usia muda.
Profesor Giovanni Damiani dari University of Milan, Italia, meneliti kondisi tersebut setelah menemukan perilaku mengkhawatirkan pada pasien mudanya.
Riset terhadap 55 pasien berusia 8–14 tahun menunjukkan anak yang terindikasi cosmeticorexia sering menonton konten kecantikan di media sosial.
Mereka juga menggunakan hingga 10 jenis produk skincare setiap hari dan kehilangan rasa percaya diri tanpa riasan.
Menurut Damiani, paparan media sosial berperan besar dalam memicu perilaku ini. Video bersiap-siap hingga ulasan kosmetik oleh pembuat konten anak mudah ditemukan di dunia digital.
Penelitian merek skincare Pai terhadap 1.500 anak usia 9–12 tahun menunjukkan hampir separuh dari mereka menggunakan beberapa produk perawatan setiap minggu.
Sekitar setengahnya mengaku menggunakan kosmetik untuk mengatasi keluhan kulit.
Peneliti media sosial dari Cornell University, Brooke Erin Duffy, menilai pergeseran ini sebagai tanda perubahan besar cara industri kecantikan memengaruhi anak perempuan.
"Perempuan usia 30-an dan 40-an sudah lama menjadi sasaran perusahaan skincare yang menjual gagasan bahwa penuaan adalah masalah," kata Duffy.
"Namun sekarang tekanan yang sama mulai diberikan kepada anak perempuan."
>>> KSPN: Penurunan Pesanan Picu Lonjakan PHK di Sektor Manufaktur
Update Terbaru
Inflasi Medis Ancam Daya Beli Asuransi Kesehatan
Senin / 08-06-2026, 16:21 WIB
WNI Tewas Ditikam Sesama WNI di Hokkaido Jepang
Senin / 08-06-2026, 16:21 WIB
4 HP 5G Harga Terjangkau Layak Beli Juni 2026, Mulai Rp2,3 Jutaan
Senin / 08-06-2026, 16:21 WIB
Waskita Karya Kebut Pembangunan Lima Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan
Senin / 08-06-2026, 16:21 WIB
Kemendag Terbitkan Tiga Permendag Baru untuk Skema Ekspor Satu Pintu
Senin / 08-06-2026, 16:21 WIB
XLSmart Telecom Antisipasi Dampak Registrasi Kartu SIM Biometrik
Senin / 08-06-2026, 16:20 WIB
BRI Luncurkan QRIS Cross Border di China untuk Transaksi Wisatawan
Senin / 08-06-2026, 16:20 WIB
Wacana Kenaikan Tarif Transjakarta Picu Perdebatan
Senin / 08-06-2026, 16:19 WIB
Garda Revolusi Iran Serang Pabrik Petrokimia Israel di Haifa
Senin / 08-06-2026, 16:19 WIB
Komisi II DPR Desak Menkeu Relaksasi Batas Belanja Pegawai Pemda
Senin / 08-06-2026, 16:19 WIB
Rupiah Melemah ke Rp18.188 per Dolar AS Akibat Krisis Kepercayaan Domestik
Senin / 08-06-2026, 16:17 WIB
Pengelola Kawasan Industri Optimistis Kinerja Tumbuh Hingga Akhir 2026
Senin / 08-06-2026, 16:17 WIB
Shin Tae-yong Tangani Persija Jakarta dan Konfirmasi Kontrak Mariano Peralta
Senin / 08-06-2026, 16:17 WIB
Asosiasi Industri Tekstil Rencanakan Kenaikan Harga Akibat Pelemahan Rupiah
Senin / 08-06-2026, 16:16 WIB






