Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) mengungkap sejumlah fakta penting terkait keamanan pangan yang masih sering disalahpahami masyarakat.

Mulai dari anggapan makanan yang jatuh ke lantai masih aman dimakan dalam waktu lima detik, mencuci ayam mentah sebelum dimasak, hingga keyakinan makanan yang tampak dan berbau normal pasti aman dikonsumsi.

>>> AS Usulkan Tarif Impor 10 Persen untuk Indonesia, Masih Bersifat Dinamis

Dalam memperingati Hari Keamanan Pangan Sedunia, WHO dan FAO mengingatkan kesalahan dalam menangani makanan dapat meningkatkan risiko penyakit akibat kontaminasi bakteri, virus, maupun mikroorganisme berbahaya lainnya.

Fakta Seputar Keamanan Pangan

Banyak orang percaya makanan yang jatuh ke lantai masih aman dimakan selama diambil dalam waktu kurang dari lima detik.

WHO dan FAO menegaskan anggapan tersebut keliru.

Mikroorganisme dapat berpindah ke makanan secara langsung begitu makanan menyentuh permukaan yang terkontaminasi. Akibatnya, makanan tersebut tetap berpotensi menyebabkan penyakit.

Sebagian orang mengandalkan penampilan dan aroma makanan untuk menentukan apakah makanan masih layak dikonsumsi.

Namun WHO dan FAO mengingatkan, sebagian besar mikroorganisme berbahaya tidak mengubah warna, bentuk, maupun bau makanan.

Artinya, makanan yang terlihat segar belum tentu bebas dari bakteri atau kuman penyebab penyakit.

Banyak orang menganggap mencuci buah atau sayuran sebelum dikupas tidak diperlukan.

Padahal, mencuci bahan pangan dengan air bersih dapat membantu menghilangkan tanah, debu, serta kontaminan lain yang menempel di permukaannya.

Langkah sederhana ini dapat mengurangi risiko perpindahan kotoran ke bagian yang akan dikonsumsi.

Salah satu kebiasaan yang masih umum dilakukan adalah mencuci ayam mentah sebelum dimasak. WHO dan FAO justru menyarankan sebaliknya.