Meta hingga Alphabet Sepakati Ganti Rugi Dampak Media Sosial bagi Siswa
Empat raksasa teknologi global, yaitu Meta, Alphabet, Snap, dan ByteDance, telah menyetujui penyelesaian gugatan senilai 27 juta dolar AS atau sekitar Rp 486 miliar.
Gugatan diajukan oleh Distrik Sekolah Breathitt County di Kentucky, Amerika Serikat, yang menuduh platform media sosial mereka sengaja dirancang untuk memicu kecanduan pada pengguna muda.
>>> IHSG Anjlok 2,87 Persen ke 5.434, Tertekan Geopolitik dan Domestik
Akibatnya, sekolah menanggung beban penanganan kasus kecemasan, depresi, hingga perilaku melukai diri sendiri pada siswa.
Rincian Pembayaran Ganti Rugi
Meta menanggung porsi terbesar dengan membayar 9 juta dolar AS (Rp 162 miliar). Snap dan ByteDance masing-masing menyetor 8 juta dolar AS (Rp 144 miliar).
Alphabet, induk Google, membayar 2,01 juta dolar AS (Rp 36,18 miliar).
Perjanjian damai dengan Meta ditandatangani pada 21 Mei 2026, sementara tiga perusahaan lainnya menyelesaikan dalam periode yang sama.
Meskipun membayar kompensasi, seluruh perusahaan membantah tuduhan dalam gugatan. Meta, Snap, dan YouTube menyatakan telah menyelesaikan klaim secara damai dan berkomitmen meningkatkan perlindungan remaja.
>>> Malam 1 Suro 2026 Diperkirakan Dimulai pada 16 Juni Malam
Dana kompensasi akan digunakan untuk biaya penanggulangan dampak media sosial pada mental siswa dan program kesehatan mental sekolah selama 15 tahun ke depan.
Awalnya, distrik menuntut lebih dari 60 juta dolar AS (Rp 1,08 triliun). Kasus ini menjadi percontohan bagi gugatan serupa dari distrik sekolah lain di AS.
Distrik Breathitt County menaungi sekitar 1.600 siswa. Proses hukum dipantau ketat karena menjadi salah satu yang pertama bergulir di pengadilan federal California.
Kuasa hukum penggugat menyatakan perhatian selanjutnya akan diarahkan pada lebih dari 1.200 distrik sekolah lain yang mengajukan klaim serupa.
>>> Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT Juni 2026 Secara Online, Begini Caranya
Saat ini, terdapat lebih dari 3.300 gugatan di pengadilan negara bagian California dan sekitar 2.400 kasus lain di pengadilan federal.
Update Terbaru
Massa Rusak Mobil Fortuner di Tanah Abang Akibat Perselisihan Klakson
Senin / 08-06-2026, 14:21 WIB
Pramugari Global Desak Penumpang Hentikan Pelecehan Fisik
Senin / 08-06-2026, 14:20 WIB
Harga Emas Batangan Pecahan Kecil di BSI dan HRTA 8 Juni 2026 Beragam
Senin / 08-06-2026, 14:20 WIB
Persija Jakarta Resmi Perkenalkan Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Senin / 08-06-2026, 14:19 WIB
Polri Tunda Operasi Patuh Candi 2026 di Jawa Tengah
Senin / 08-06-2026, 14:16 WIB
Puluhan Ribu Peserta Ikuti Ujian Masuk PTKIN 2026 Secara Luring
Senin / 08-06-2026, 14:16 WIB
Aplikasi DANA Bagikan Saldo Gratis Lewat Tautan Kejutan Siang Ini
Senin / 08-06-2026, 14:14 WIB
Haykal Kamil Alami Pencurian Solar Mobil Rombongan di Lampung
Senin / 08-06-2026, 14:14 WIB
PT Danantara Sumberdaya Indonesia Jadi Perantara Tunggal Ekspor SDA
Senin / 08-06-2026, 14:14 WIB
Satgas Pangan Selidiki Dugaan Kartel di Balik Anjloknya Harga Sawit Petani
Senin / 08-06-2026, 14:12 WIB
PTPP Raih Proyek RSUD Mamuju Tengah Senilai Rp143 Miliar
Senin / 08-06-2026, 14:12 WIB
Apple Siapkan Pembaruan Besar Siri Berbasis AI di iOS 27
Senin / 08-06-2026, 14:12 WIB
Shin Tae-yong Resmi Latih Persija Jakarta, Usung Gaya Menyerang
Senin / 08-06-2026, 14:09 WIB






