Membiarkan anak melepeh makanan yang tidak disukainya akan menurunkan beban paksaan sehingga mereka lebih berani mencoba hal baru.

Spesialis pemberian makan anak, Melanie Potock, menerangkan bahwa fase makan yang berantakan merupakan bagian alami dari proses belajar anak.

Oleh karena itu, orang tua diimbau tidak terburu-buru membersihkan wajah anak atau melarang mereka meremas makanan.

Pemberian sayur dan buah secara rutin di setiap kesempatan, termasuk menjadikannya menu pembuka saat anak lapar, akan meningkatkan familieritas mereka terhadap makanan sehat.

Faktor psikologis lingkungan juga memegang peranan penting dalam keberhasilan pola konsumsi anak.

Ahli diet anak, Natalia Stasenko, RD, mengingatkan bahwa situasi makan yang memicu stres dan kecemasan justru dapat menurunkan nafsu makan sang anak secara drastis.

>>> Menyetir Sambil Menonton Video, Ancaman Pidana Tiga Bulan Penjara

Makan bersama keluarga adalah tentang kebersamaan, berbicara, dan terhubung, bukan menghitung jumlah gigitan yang diambil anak.