Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan sektor perdagangan besar dan eceran menjadi motor utama penyaluran pembiayaan di industri multifinance.

Data per April 2026 menunjukkan sektor ini menempati posisi teratas bersama sektor penyewaan dan industri pengolahan.

>>> Andoni Iraola Buka Peluang Darwin Nunez Kembali ke Liverpool

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya OJK Agusman mengungkapkan tiga sektor ekonomi dengan penyaluran pembiayaan terbesar.

Sektor perdagangan besar dan eceran mencapai Rp90,69 triliun atau 16,67% dari total piutang pembiayaan.

Bidang penyewaan menyumbang Rp57,76 triliun (10,61%), sedangkan industri pengolahan sebesar Rp53,70 triliun (9,87%).

Lonjakan pertumbuhan tertinggi justru terjadi pada sektor rumah tangga yang naik 28,16% secara tahunan.

Agusman menyebut pertumbuhan itu didorong oleh tingginya kebutuhan pembiayaan masyarakat untuk konsumsi dan multiguna.

>>> Raisa Kejutkan Penonton dengan Sung Si-kyung di Konser JCC

Regulator mengingatkan perusahaan pembiayaan untuk memperkuat manajemen risiko internal guna menghindari kredit bermasalah.

Perusahaan diminta memperkuat analisis kelayakan debitur, memantau portofolio, dan menerapkan mitigasi risiko yang memadai.

Restrukturisasi pembiayaan secara selektif juga perlu diterapkan sesuai prinsip kehati-hatian.

Total piutang industri multifinance pada April 2026 tumbuh 2,08% YoY menjadi Rp514,65 triliun.

Pembiayaan modal kerja naik 10,64% YoY, sementara secara bulanan piutang naik tipis 0,10% dari Rp514,09 triliun.

>>> Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026 untuk Tertibkan Manipulasi ETLE

Rasio non-performing financing (NPF) gross tercatat 2,89%, NPF net 0,78%, dan gearing ratio 2,14 kali.