Pemilik sekaligus teknisi Bengkel Motor Listrik dan Sepeda Listrik Bogor RI EV Maintenance, Ridwan Alawi, membenarkan bahwa baterai SLA lebih mudah ditangani karena memiliki nilai jual kembali sebagai bahan baku daur ulang.

"Nantinya akan dilebur dan dijual ke pengepul timah. Biasanya mereka datang sendiri untuk mengambilnya," kata Ridwan Alawi kepada Kompas.

com.

Sebaliknya, baterai lithium menyulitkan pelaku usaha karena proses daur ulangnya memerlukan prosedur rumit dan biaya besar.

Menurut Alawi, kendala tersebut memaksa pihak bengkel untuk menyimpan sementara limbah lithium di gudang guna menghindari bahaya fisik maupun kebakaran.

>>> Rafael Leao Kartu Merah: Peluang Tampil di Piala Dunia 2026 Tetap Terbuka

"Untuk lithium ini memang masih menjadi pekerjaan rumah. Jadi biasanya dikumpulkan dulu di tempat yang aman agar terhindar dari benturan atau risiko kebakaran," ujarnya.