Bengkel Motor Listrik Hadapi Kendala Penanganan Limbah Baterai Lithium
Lonjakan populasi kendaraan listrik di Indonesia memicu tantangan baru terkait pengelolaan limbah baterai bekas. Penanganannya memerlukan prosedur khusus demi mencegah pencemaran lingkungan.
Masalah ini menjadi perhatian serius para pelaku usaha bengkel motor listrik di Bekasi dan Bogor. Mereka mengaku kesulitan menangani limbah baterai lithium yang mengandung material berbahaya.
>>> Gempa Beruntun Guncang Bener Meriah dan Sinabang, Satu Masjid Rusak
Pemilik Bengkel Sepeda Motor Listrik DyVolt EV Shop, Adi Siswanto, menjelaskan bahwa peningkatan jumlah kendaraan listrik membuat pengelolaan limbah baterai menjadi pekerjaan rumah besar.
Komponen bekas tersebut mengandung logam berat yang tidak boleh dibuang sembarangan.
"Karena memang limbah baterai itu sangat berbahaya, makanya harus ada pengelolaan khusus," kata Adi kepada Kompas. com di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (7/6/2026).
Adi melihat jalur pengumpulan dan pengolahan baterai bekas mulai terbentuk seiring perkembangan industri. Namun, fasilitas ekosistem tersebut belum merata.
Penanganan untuk jenis baterai Sealed Lead Acid (SLA) atau aki timbal dinilai lebih jelas. Biasanya dikumpulkan oleh penampung untuk dilebur kembali.
"Kalau untuk aki SLA biasanya ada penampungnya. Nanti dilebur kembali untuk diambil timahnya," ujar Adi.
Di sisi lain, proses pengolahan untuk baterai lithium jauh lebih kompleks. Membutuhkan standar keselamatan dan teknologi yang lebih tinggi.
Meski sudah ada beberapa fasilitas yang bersedia menerima limbah tersebut, sistem pengumpulan dan pengolahannya secara umum masih perlu ditingkatkan.
>>> Rugi Bersih PT Sepatu Bata Tbk Menyusut Jadi Rp116 Miliar
"Kalau baterai lithium biasanya dimasukkan ke pabrik untuk diolah kembali dan diambil litiumnya," kata Adi.
Tantangan serupa juga diakui oleh pelaku usaha bengkel motor listrik lainnya di wilayah berbeda.
Update Terbaru
Gugatan 3,8 Juta Bitcoin di New York Terancam Gagal
Senin / 08-06-2026, 09:59 WIB
Trump Tegaskan Konflik Israel-Iran Tak Ganggu Negosiasi Damai
Senin / 08-06-2026, 09:59 WIB
Merdeka Gold Temukan Tambahan 445 Ribu Ons Emas di Gorontalo
Senin / 08-06-2026, 09:59 WIB
OpenAI Luncurkan Lockdown Mode untuk Lindungi ChatGPT dari Serangan Prompt Injection
Senin / 08-06-2026, 09:57 WIB
Dosen Ubah Cara Mengajar karena Mahasiswa Gen Z Sulit Membaca
Senin / 08-06-2026, 09:56 WIB
Suzuki Luncurkan Jimny Terbaru dengan Fitur ADAS di Malaysia
Senin / 08-06-2026, 09:56 WIB
Hakim AS Tunda Putusan Gugatan 3,8 Juta Bitcoin Terlantar
Senin / 08-06-2026, 09:56 WIB
IHSG Anjlok ke Level 5.520,8, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Pelemahan Rupiah
Senin / 08-06-2026, 09:56 WIB
Hindari Menyimpan 4 Barang Ini di Kolong Tempat Tidur agar Tidak Rusak
Senin / 08-06-2026, 09:56 WIB
Ditjen Pajak Perkuat Coretax untuk Genjot Penerimaan Negara
Senin / 08-06-2026, 09:54 WIB
OPEC+ Sepakat Naikkan Target Produksi Minyak Mulai Juli 2026
Senin / 08-06-2026, 09:54 WIB
Pelemahan Kredit Kendaraan Bermotor Makin Dalam, Sinyal Konsumsi Rumah Tangga Belum Solid
Senin / 08-06-2026, 09:54 WIB
7 Jaringan Bioskop di Indonesia yang Tayangkan Tensura the Movie
Senin / 08-06-2026, 09:52 WIB
Kemenpar Integrasikan AI untuk Hadapi Tantangan Informasi Pariwisata
Senin / 08-06-2026, 09:49 WIB






