Dua gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Bener Meriah dan Sinabang, Provinsi Aceh, pada Minggu, 7 Juni 2026.

Guncangan tersebut menyebabkan kerusakan pada satu fasilitas ibadah dan memicu kepanikan warga.

>>> Rugi Bersih PT Sepatu Bata Tbk Menyusut Jadi Rp116 Miliar

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa pertama berkekuatan magnitudo 4,3 terjadi di darat pada pukul 12.32 WIB.

Pusat gempa berada di kedalaman 5 kilometer, sekitar 7 kilometer barat Bener Meriah.

Guncangan dirasakan di Bener Meriah dan Takengon dengan skala intensitas III-IV MMI. Warga berhamburan keluar rumah karena panik.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah menerima laporan kerusakan di Masjid Al Muttaqin. "Ada beberapa kali gempa yang terjadi hari ini.

Di Masjid Al Muttaqin terdapat kaca yang pecah dan ada keretakan pada bangunan," kata Azwir, Sekretaris BPBD Bener Meriah.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Petugas dikerahkan untuk membersihkan serpihan kaca.

>>> Rafael Leao Kartu Merah: Peluang Tampil di Piala Dunia 2026 Tetap Terbuka

BMKG menjelaskan gempa dangkal ini dipicu oleh aktivitas Sesar Besar Sumatra Segmen Lut Tawar, dengan satu kali gempa susulan hingga pukul 13.00 WIB.

Selang beberapa jam, BMKG mendeteksi gempa kedua yang berpusat di laut pada pukul 20.06 WIB.

Gempa bermagnitudo 4,5 dengan kedalaman 10 kilometer berada di koordinat 2.50 Lintang Utara dan 96.13 Bujur Timur, sekitar 27 kilometer arah barat Sinabang.

Guncangan dirasakan dalam skala II-III MMI di Simeulue. BMKG menyatakan gempa Sinabang tidak berpotensi tsunami.

Hingga kini belum ada laporan kerusakan atau korban.

BMKG mencatat aktivitas kegempaan signifikan yang dirasakan masyarakat di Indonesia telah terjadi sebanyak 19 kali dalam sepekan terakhir.

>>> Kolombia Uji Coba Lawan Yordania di San Diego Jelang Piala Dunia 2026

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta memantau informasi melalui kanal resmi BMKG.