PT Sepatu Bata Tbk (BATA) mencatatkan penurunan rugi bersih sepanjang tahun buku 2025 menjadi Rp116,23 miliar.

Jumlah kerugian ini menyusut 21,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp147,97 miliar.

>>> Rafael Leao Kartu Merah: Peluang Tampil di Piala Dunia 2026 Tetap Terbuka

Meskipun rugi bersih menurun, penjualan neto perusahaan justru merosot signifikan.

Berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2025, penjualan neto turun 35,2 persen menjadi Rp298,25 miliar dari Rp459,98 miliar pada 2024.

Penurunan pendapatan berdampak pada laba bruto yang tergerus menjadi Rp105,45 miliar dari sebelumnya Rp197,15 miliar.

Emiten produsen alas kaki ini juga masih membukukan rugi usaha sebesar Rp106,34 miliar.

Kinerja keuangan perseroan kian tertekan akibat kerugian dari pelepasan aset tetap senilai Rp4,34 miliar dan tambahan beban usaha lainnya mencapai Rp7,8 miliar.

Total aset BATA menyusut menjadi Rp282,56 miliar dari Rp405,66 miliar, sementara liabilitas tercatat Rp414,21 miliar.

Kondisi ini menyebabkan defisiensi modal atau ekuitas negatif sebesar Rp131,65 miliar pada akhir Desember 2025.

Angka tersebut membengkak drastis dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar Rp15,93 miliar.

Auditor Soroti Ketidakpastian Material

Laporan auditor independen dari KAP Purwanto, Susanti dan Surja mengungkapkan grup menderita kerugian total Rp116,5 miliar sepanjang 2025.

Auditor juga menyoroti liabilitas jangka pendek yang melebihi total aset lancar dengan selisih Rp197,9 miliar.

>>> Kolombia Uji Coba Lawan Yordania di San Diego Jelang Piala Dunia 2026

Auditor memberikan penegasan bahwa rentetan kondisi keuangan tersebut menjadi indikasi kuat adanya ketidakpastian material. Hal ini dinilai dapat memicu keraguan signifikan terkait kemampuan grup mempertahankan kelangsungan usahanya.

Evaluasi terhadap penurunan nilai aset non-keuangan pada jaringan toko ritel juga menjadi salah satu hal audit utama.