Nilai tercatat aset non-keuangan di gerai ritel mencapai Rp83,86 miliar atau 29,7 persen dari total aset konsolidasian.

Dampak Restrukturisasi dan Pengurangan Karyawan

Tantangan bisnis yang berkepanjangan memengaruhi struktur ketenagakerjaan internal.

Hingga akhir 2025, jumlah karyawan tetap dan kontrak BATA tersisa 68 orang, berkurang dari 74 orang pada akhir 2024.

Sebaliknya, pos kewajiban imbalan kerja jangka panjang justru naik menjadi Rp8,14 miliar dari Rp5,3 miliar.

Langkah efisiensi lain ditempuh melalui pembubaran Dana Pensiun PT Sepatu Bata pada 24 Juni 2025, yang telah mendapat persetujuan OJK dan efektif sejak 31 Juli 2025.

Sebelumnya, manajemen telah mengupayakan berbagai langkah strategis dalam empat tahun terakhir.

Pada 2024, perusahaan mengeksekusi restrukturisasi besar, termasuk penutupan lebih dari 200 gerai yang tidak menguntungkan dan penghentian operasional pabrik serta gudang di Purwakarta.

Strategi terakhir untuk menekan kerugian adalah peningkatan penghapusan persediaan barang.

>>> Florentino Perez Kembali Pimpin Real Madrid Hingga 2030

Perseroan melakukan pelepasan produk tersisa melalui penjualan langsung kepada pengepul dengan harga rendah serta menggelar program obral besar-besaran di jaringan toko ritel.