PP Properti (PPRO) Catat Rugi Rp201,71 Miliar di Semester I-2026
PT PP Properti Tbk (PPRO) mencatatkan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp201,71 miliar pada semester I-2026.
Kinerja tersebut berbalik dari periode yang sama tahun lalu yang masih membukukan laba Rp47,18 miliar.
>>> IHSG Berpeluang Menuju 6.850, BNI Sekuritas Rekomendasikan Enam Saham
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang diterbitkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), rugi per saham dasar PPRO menjadi Rp3,42 per saham, dari sebelumnya laba Rp0,80 per saham pada semester I-2025.
Pendapatan Naik, Beban Masih Tinggi
Di sisi operasional, pendapatan PPRO justru mengalami pertumbuhan.
Hingga akhir Juni 2026, perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp171,18 miliar, naik 20,34% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp142,24 miliar.
Namun, kenaikan pendapatan belum mampu mengimbangi beban yang masih tinggi. Beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp163,94 miliar dari Rp139,78 miliar.
Meski demikian, laba kotor perseroan melonjak hampir tiga kali lipat menjadi Rp7,24 miliar, dibandingkan Rp2,45 miliar pada semester I-2025.
Posisi beban usaha naik menjadi Rp28,94 miliar dari Rp27,10 miliar.
Di sisi lain, beban keuangan berhasil ditekan menjadi Rp72,78 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp104,82 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
>>> BEI Pantau Lonjakan Saham MPRO Milik Dato Sri Tahir, Investor Diimbau Waspada
PPRO juga mencatat beban cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp1,16 miliar, sedangkan beban lain-lain mencapai Rp106,22 miliar.
Selain itu, kontribusi laba dari entitas asosiasi dan ventura bersama turun menjadi Rp2,10 miliar, dari sebelumnya Rp2,62 miliar.
Secara konsolidasi, perseroan membukukan rugi tahun berjalan sebesar Rp206,73 miliar, berbanding terbalik dengan laba Rp39,70 miliar pada semester I-2025.
Dari sisi neraca, total aset PPRO tercatat sebesar Rp10,52 triliun per akhir Juni 2026, turun dari Rp10,66 triliun pada akhir 2025.
Total liabilitas dan ekuitas masing-masing menjadi Rp4,59 triliun dan Rp5,93 triliun.
PPRO juga masih mencatatkan saldo defisit sebesar Rp7,97 triliun, lebih besar dibandingkan posisi akhir tahun lalu yang mencapai Rp7,76 triliun.
>>> Pengamat dan DPR Kompak Dukung Pemangkasan BUMN, Dinilai Penting Selamatkan Bisnis Negara
Hal ini menunjukkan tantangan yang masih dihadapi perusahaan dalam memperbaiki kinerja keuangannya.
Update Terbaru
Lisandro Martinez: Kejatuhan Tim Hebat adalah Kegembiraan Medioker
Kamis / 23-07-2026, 13:21 WIB
Kemlu Ketahui Keberadaan WNI Diduga Kabur di Korsel
Kamis / 23-07-2026, 13:21 WIB
Na Hong-jin Pukau New York dengan 'Hope' di Festival Film Asia
Kamis / 23-07-2026, 13:17 WIB
Bos BGN Sudaryono Buka Suara soal Keterlibatan TNI-Polri di Program MBG
Kamis / 23-07-2026, 13:16 WIB
Cara Dapat Keringanan Pajak Kendaraan Bermotor di DKI Jakarta
Kamis / 23-07-2026, 13:16 WIB
7 Tips Memilih Tablet Murah yang Tahan Lama dan Berkualitas, Jangan Cuma Lihat RAM
Kamis / 23-07-2026, 13:14 WIB
Galaxy Z Flip 8 Lebih Tipis, Ringan, dan Kuat dari Pendahulunya
Kamis / 23-07-2026, 13:14 WIB
Semakin Banyak Pria Putuskan Childfree, Bukan Cuma Soal Duit
Kamis / 23-07-2026, 13:14 WIB
Legenda Sepakbola Indonesia M Basri Meninggal Dunia di Usia 83 Tahun
Kamis / 23-07-2026, 13:12 WIB
Elon Musk Diledek usai Klaim Grok Bisa Bikin The Odyssey Lebih Akurat
Kamis / 23-07-2026, 13:12 WIB
Apple Siapkan Pembaruan Besar Mac dengan M6 MacBook Pro, OLED Macs, dan iMac Baru
Kamis / 23-07-2026, 13:12 WIB
Anak SD Diajak Rancang Sekolah Lebih Sejuk Hadapi Suhu Panas
Kamis / 23-07-2026, 13:07 WIB
7 Rekomendasi Tempat Beli Sepatu Lari Hoka Ori di Indonesia
Kamis / 23-07-2026, 13:07 WIB
8 Pilihan Sunscreen Wardah Sesuai Kebutuhan Kulit, Bukan Usia
Kamis / 23-07-2026, 13:07 WIB







