Keputusan untuk hidup tanpa anak atau childfree tidak lagi hanya menjadi perbincangan di kalangan perempuan.

Fenomena ini semakin nyata di kalangan pria, didorong oleh berbagai faktor mulai dari latar belakang keluarga, kecemasan masa depan, hingga keinginan untuk hidup bebas dari norma sosial tradisional.

>>> Legenda Sepakbola Indonesia M Basri Meninggal Dunia di Usia 83 Tahun

Berdasarkan data survei Household, Income and Labour Dynamics in Australia (HILDA) 2025 yang dikutip dari ABC News, persentase pria Australia yang memilih untuk tidak memiliki anak melonjak menjadi 15 persen.

Angka ini naik dari 11 persen pada 2005.

Alasan di Balik Keputusan Childfree Pria

Dr. Imogene Smith, psikolog klinis dan dosen di The Cairnmillar Institute, melakukan penelitian mendalam terhadap kelompok pria yang memilih childfree.

Studinya mengungkap beberapa alasan utama.

Faktor keluarga asal menjadi salah satu pendorong.

Banyak pria memiliki hubungan renggang dengan ayah mereka atau tumbuh di keluarga besar dan melihat betapa beratnya beban orang tua.

Keinginan menjadi "alternatif" juga kuat. Mereka tidak mau terikat oleh norma sosial yang mewajibkan pernikahan harus diikuti dengan memiliki keturunan.

Kekhawatiran global dan kesehatan turut berperan.

Banyak pria cemas terhadap isu perubahan iklim, kondisi politik yang tidak menentu, serta ketakutan mewariskan penyakit fisik atau gangguan mental bawaan kepada anak.

Masalah finansial juga menjadi pertimbangan.

>>> Apple Siapkan Pembaruan Besar Mac dengan M6 MacBook Pro, OLED Macs, dan iMac Baru

Meski mayoritas responden berasal dari kelas menengah dan pekerja profesional, mereka tetap merasa terbebani secara ekonomi, terutama dalam hal kemampuan membeli rumah yang layak untuk anak.