Sutradara Korea Selatan Na Hong-jin kembali mencuri perhatian di panggung internasional.

Film terbarunya, 'Hope', menjadi pusat perhatian dalam New York Asian Film Festival (NYAFF) ke-25 yang berlangsung di Lincoln Center.

>>> Boy Group Cortis Cetak Penjualan 3 Juta Kopi untuk EP Kedua

'Hope' adalah film thriller yang berlatar di Hopohang, sebuah kota pelabuhan terpencil dekat Zona Demiliterisasi Korea.

Ceritanya mengikuti polisi lokal Beom-seok yang menyelidiki laporan tentang seekor harimau, namun kemudian dihadapkan pada ancaman yang tak bisa dijelaskan.

Film ini telah mendominasi box office domestik Korea sejak perilisannya. Dalam pemutaran perdana di Amerika Utara, Na Hong-jin menerima Daniel A.

Craft Award for Excellence in Action Cinema, penghargaan prestisius yang mengakui kreator yang mendorong batasan arsitektur fisik dalam film.

Momen spesial terjadi saat penayangan, di mana penonton menyanyikan lagu ulang tahun untuk sang sutradara yang bertepatan dengan hari jadinya.

"Saya merayakan ulang tahun untuk hari ketiga berturut-turut — sebelum berangkat, dalam perjalanan, dan sekarang bersama kalian semua," ujar Na dalam sesi tanya jawab.

>>> Nam Joo-hyuk Bintangi Drama Thriller Disney+ 'Code'

Festival juga menggelar retrospektif penuh karya Na, memutar film-film sebelumnya seperti 'The Chaser' (2008), 'The Yellow Sea' (2010), dan 'The Wailing' (2016).

Sutradara kontemporer seperti Ari Aster turut hadir untuk merayakan ketepatan naratif Na.

Para kritikus internasional memuji 'Hope' karena adegan-adegan inovatifnya, termasuk adegan kejar-kejaran kuda yang klimaks dan desain makhluk yang mencekam.

Meskipun film ini sulit dijelaskan secara gamblang, momentum visualnya yang kuat membuat kebingungan terasa seperti bagian dari pengalaman hipnotis yang disengaja.

Bagi Na, yang kariernya konsisten mengeksplorasi batas antara paranoia manusia dan kengerian kosmik, 'Hope' menjadi pencapaian lain yang mendobrak batas.

>>> Wawancara Eksklusif: Sutradara dan Pengisi Suara Mob Psycho 100 di Anime Expo 2026

Film ini menegaskan bahwa sinema aksi berbasis sutradara Korea tetap tak tertandingi di panggung dunia.