Andi Gani Tanggapi Isu Said Iqbal Masuk Kabinet Prabowo
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menanggapi kabar rencana bergabungnya Presiden Partai Buruh Said Iqbal ke kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan itu disampaikan Andi Gani untuk merespons isu yang beredar mengenai merapatnya Said Iqbal ke Kabinet Merah Putih.
>>> Menkeu Purbaya Selidiki Isu Daya Beli di Warteg, Siapkan Stimulus Tambahan
Sejumlah tokoh buruh lain telah lebih dulu masuk ke lingkaran pemerintahan.
Andi Gani menghormati keputusan para tokoh buruh yang memilih bergabung dengan birokrasi. Namun, ia memberikan catatan agar hal tersebut tidak melupakan esensi gerakan buruh.
"Saya lebih memilih jalan perjuangan sebagai pemimpin buruh. Saya mendoakan teman-teman buruh yang masuk di dalam Pemerintahan untuk tetap memperjuangkan hak-hak buruh," kata Andi Gani.
Andi Gani mengungkapkan dirinya juga sempat mendapatkan tawaran posisi di pemerintahan sejak era Presiden Joko Widodo hingga era Presiden Prabowo.
Tawaran itu termasuk memimpin Dewan Kesejahteraan Buruh.
>>> Dara The Virgin Targetkan Pertunangan dengan Awan Reyhan Tahun Ini
Keputusan untuk tetap berada di luar struktur pemerintahan diambil karena ia memandang serikat pekerja harus menjaga independensi. Hal itu demi menjalankan fungsi kontrol terhadap kebijakan pemerintah.
"Hubungan saya dengan Presiden Prabowo terjalin sangat baik.
Saya juga menjelaskan kepada Presiden Prabowo soal pilihan saya untuk tetap memilih sebagai Presiden Buruh dan tetap mendukung Pemerintahan Prabowo Subianto," ujar Andi Gani.
Langkah politik ini disebutnya tidak akan mengurangi komitmen KSPSI dalam mengawal program-program kerja pemerintah.
>>> APVI Tolak Aturan Kemasan Polos karena Ancam Keberlanjutan UMKM
Sebelum isu Said Iqbal mencuat, tokoh buruh Jumhur Hidayat telah resmi dilantik menjadi Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.
Update Terbaru
Kadek Seina Maputra Juara Starbucks Barista Championship 2026, Siap Wakili Indonesia di Asia Pasifik
Rabu / 22-07-2026, 05:29 WIB
Tersangka Ledakkan Petasan di Depan Gedung Federal New York, Tiga Terluka
Rabu / 22-07-2026, 05:29 WIB
Konflik AS-Iran di Hormuz: Peluang bagi Rusia dan China di Asia Tenggara
Rabu / 22-07-2026, 05:28 WIB
Milania Giudice Tari Bareng Adik yang Laporkan ke Polisi
Rabu / 22-07-2026, 05:28 WIB
Kuda Pacu Adan Banuelos Kaget Tahu Bella Hadid Single
Rabu / 22-07-2026, 05:28 WIB
Dustin Poirier: Bud Langsung Putus Kontrak Usai Penangkapan
Rabu / 22-07-2026, 05:28 WIB
Ibu Nolan Wells Ajukan Permohonan Hukum untuk Tuntut Kematian Putranya
Rabu / 22-07-2026, 05:28 WIB
Gagal di Piala Dunia 2026, Rudi Garcia Pastikan Berpisah dengan Belgia
Rabu / 22-07-2026, 05:24 WIB
Instagram Cristiano Ronaldo Diduga Suka Unggahan Kritik FIFA soal Argentina
Rabu / 22-07-2026, 05:24 WIB
Hyolyn Kembali ke Cinta Pertama: Era Diva yang Menginspirasinya
Rabu / 22-07-2026, 05:24 WIB
Ford, Google, dan BlackRock Bersatu Atasi Krisis Tenaga Kerja Terampil AS
Rabu / 22-07-2026, 05:21 WIB
Pramono: Jumlah Truk Sampah ke Bantargebang Berkurang
Rabu / 22-07-2026, 05:21 WIB
PBB Ungkap Online Scam Bikin Asia Pasifik Rugi Rp2.041,7 T
Rabu / 22-07-2026, 05:21 WIB
Presiden CONMEBOL: Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim
Rabu / 22-07-2026, 05:21 WIB







